![]() |
| Pagelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar ke-3 |
TANGERANG - Pagelaran
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar ke-3 di Kecamatan Pondok Aren ditandai
dengan pawai taaruf, kemarin. Ribuan orang turut serta memeriahkan dengan
berjalan kaki sejauh 700 meter. Sejumlah Muspika pun berdandan unik.
Ribuan peserta mulai
berkumpul di depan Masjid Bani Umar Bintaro, lokasi start pawai taaruf menuju
podium kehormatan di depan Mapolsek Pondok Aren.
Tak ada mobil hias
seperti yang kerap dipertunjukan peserta di beberapa MTQ sebelumnya.Pada MTQ
Pelajar ke-3 ini, hanya para peserta yang terlihat berdandan unik. Seperti yang
pakaian yang dipakai Camat Serpong Utara, Bani Khosyatullah.
Mengenakan seragam pelajar SMA putih abu-abu,
Bani terlihat begitu percaya diri (pede) melambaikan tangan ke arah warga yang
menyaksikan pawai di tepi jalan.
Para peserta atau
penonton arak-arakan menebarkan senyuman ke arah Camat Bani. “Tidak menyangka kalau itu Pak Camat. Walaupun kita
tidak mengenalnya, tapi mencolok ada orang dewasa kenakan baju sekolah yang
mengesankan kelucuan, itu yang membuat kami tertawa,” ujar salah satu warga yang melihat arak-arakan
itu.
Ternyata tak hanya Camat
Bani yang berdandan ala pelajar, Wakil Danramil Serpong Kapten Armed Gunawan
juga terlihat memakai pakaian anak SD sedangkan, Wakapolsek Serpong AKP Abdul
Rahim berseragam SMP.
Wadanramil Serpong,
Kapten Armed Gunawan menuturkan dirinya sengaja berdandan ala murid SD karena
ingin ikut berpartisipasi dalam rangkaian pawai taaruf. Meski ketika turun dari
mobil, dia mendapat tertawaan oleh orang-orang yang mengenalnya namun, ia tetap
pede.
“Kami ikut memeriahkan pawai
taaruf dengan persiapan selama tiga hari. Pakaian ini khusus menjahit sendiri,” tuturnya.
Hal senada juga
disampaikan AKP Abdul Rachim. Dia mengaku harus menyiapkan mental secara khusus
untuk tampil seperti pelajar SMP. “Ini baru
pertama kali tapi kayak mimpi seru banget. Seragam beli tapi celana saya
kebesaran. Pakai seragam kaya gini bukan diketawain lagi tapi, hancur,” tuturnya berkelakar.
Camat Bani Khosyatullah
mengaku sengaja mengenakan seragam SMA karena ingin memberi warna baru di pawai
taaruf, terlebih ajang ini merupakan kesempatan pelajar untuk unjuk kebolehan. “Saya berpikir harus terjun untuk menghayati dengan
nilai-nilai. Makanya kami bersama-sama Wadanramil dan Wakapolsek turut
memeriahkan mengenakan pakaian sekolah,” tambahnya.
Ketua Umum Lembaga
Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), H Muhamad berharap melalui MTQ Pelajar
ke-3 ini, calon qori dan qoriah akan semakin berkembang pesat di Tangsel.
Sehingga tidak ada model lagi menyomot dari daerah luar ketika ada perlombaan
MTQ baik tingkat kota ataupun provinsi.
“Ini bagian asah bakat anak-anak
yang memiliki potensi bagus. Ke depan Tangsel memiliki gudang qori dan qoriah
yang memiliki mental juara dengan kualitas bagus karena sejak masih anak-anak
sudah diajarkan berkompetisi,” tambahnya.
Walikota Tangsel, Airin
Rachmi Diany mengikuti rangakian pembukaan MTQ Pelajar ke-3 di panggung
kehormatan. Ia mengharapkan melalui pembukaan pawai taaruf menjadi momen
penting untuk mengeratkan sesama. “Dibuka melalui
pawai taaruf membuat silaturahmi antar pelajar dan para pengurus LPTQ kecamatan
dan UPT,” paparnya.

0 komentar:
Post a Comment