![]() |
| UMN Bawa Pulang 3 Penghargaan di Singapura |
TANGERANG - Paduan suara
mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Ultima Sonora (Ulson) meraih
tiga penghargaan sekaligus dalam kompetisi Singapore International Choral
Festival (SICF) 2016, yang berlangsung di Esplanade Concert Hall, Singapura
pada 10-13 Agustus 2016 lalu.
Ulson memperoleh satu
emas untuk kategori Folklore dan dua perunggu kategori Musica Sacra dan Mixed
Voices. Kompetisi itu diikuti beberapa negara, yakni Indonesia, Australia,
China, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Taiwan.
Pelatih Ulson Antonius
Ria Deni Sulistya mengatakan, kemenangan tersebut diraih berkat kerja keras
seluruh anggota Ulson. Sebanyak 38 mahasiswa UMN diberangkatkan ke Singapura
pada Selasa (9/8), lalu.
“Keberhasilan ataupun kegagalan
dalam setiap kompetisi itu pasti ada. Hanya, kita sebagai petarung harus
semakin kuat ketika harus menghadapi kegagalan ataupun sebuah keberhasilan,” kata Deni.
Dalam kompetisi itu,
Ulson membawakan sembilan lagu. Untuk kategori Mixed Voice, Ulson menyanyikan
Salmo 150, O Magnum Mysterium, dan Wash Me Thoroughly. Untuk kategori Musica
Sacra, Ulson menyanyikan Alleluia, Gloria 3, dan Ave Maria. Sementara untuk
kategori Folklore, Ulson membawakan lagu daerah Indonesia, yaitu Benggong, Luk
Luk Lumbu, dan Ahtoi Porosh.
Ke depannya, Deni
berharap agar para anggota paduan suara asuhannya ini mendapatkan lebih banyak
pengalaman. Pengalaman itu, kata Deni, dapat digunakan sebagai bahan
pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi.
“Karena menurut saya, hasil itu
tidak serta merta datang dari produksi saja, tetapi melalui proses yang mana
kita pun sudah menelurkan sebuah hasil (dari proses itu). Proses itu lah yang
jauh lebih mahal dari sebuah hasil,” ucapnya.
Sementara itu, Pembina
Ultima Sonora, Raymond Zamrudi mengatakan bahwa persiapan singkat sangat
membutuhkan kerja keras para tim. Karena dengan membawakan Sembilan lagu dalam
jangka waktu yang singkat, sangat sulit. Akan tetapi, keberhasilan ini bisa
dibayar tuntas dengan kemenangan.
“Persiapan selama enam bulan.
Banyak kendala yang menghampiri, terutama dalam dana dan juga kesiapan waktu
yang cukup sempit. Tidak ada dukungan dari pemerintah kabupaten Tangerang
maupun provinsi Banten,akan tetapi kami berhasil membawa prestasi yang
membanggakan dari Singapur untuk UMN dan juga Banten,” tegasnya.

0 komentar:
Post a Comment