![]() |
| Warga Kesal Jalan belum diperbaiki, Ditanami Pohon Pisang |
SERANG, (KB).- Kesal
Jalan Ciracas-Sepang-Cigintung yang rusak parah belum juga diperbiki, warga
mengancam akan berunjuk rasa agar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera
memperbaiki jalan tersebut.
Warga kembali menanam pohon pisang di tengah jalan,
sebab geram jalan semakin rusak dan sering terjadi kecelakaan yang
mengakibatkan korban luka.
Pantaun Senin (15/8/2016)
warga menempatkan pohon pisang di tengah jalan yang berlubang besar, saat hujan
jalan tersebut dipenuhi air hingga mirip kubangan.
Selain sebagai bentuk
protes, warga juga sengaja memasang pohon pisang untuk memberi tanda pada
pengendara, bahwa ada lubang besar, agar berhati-hati. Warga sudah beberapa
kali menanam pohon pisang menyimpan pot bunga dan lainnya di jalan yang rusak
parah.
Ketua RT 12/RW 06,
Perumahan Safira, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Tubagus
Jamani mengatakan, warga kecewa, karena pihak pemkot dalam hal tersebut Dinas
Pekerjaan Umum (DPU) hanya janji saja.
Awalnya warga diberi
informasi pihak DPU awal Agustus akan diperbaiki, tetapi sampai sekarang tidak
ada tanda-tanda perbaikan. Jika komitmen pemkotnya harusnya minimal ada tanda
akan diperbaiki, misalnya diuruk dahulu yang parahnya, untuk meminimalisir
kecelakaan.
"Kalau tidak segera
diperbaiki, setelah Agustusan warga sudah siap turun aksi semua warga khususnya
se-Kelurahan Sepang. Kami sudah komitmen, karena yang jadi korban warga kami
juga. Bila perlu kami galang dana untuk perbaikan, kalau pemerintah enggak
sanggup menangani. Kota Serang kan ibu kota provinsi, tapi masih ada yang
jalannya rusak parah dan ini dekat dengan tempat tinggal wali kota, kami merasa
dianaktirikan," katanya saat ditemui Kabar Banten di Jalan Ciracas-Sepang,
kemarin.
Menurut Jamani, warga
sangat kecewa, sebab pemkot mengulur waktu perbaikan, saat mediasi pertama
dikatakan awal Agustus diperbaiki, tetapi ternyata tidak. Kemudian, warga
sempat meminta informasi lagi ke pihak DPU, karena penasaran kapan akan
diperbaiki.
"Awalnya
informasinya sudah ada pemenang lelangnya, kami cek di LPSE juga memang sudah
ada, tapi kenudian informasi selanjutnya dari pihak DPU katanya lelang ulang,
karena ada gugatan dari pihak lawan. Ini jadi lama lagi," ucapnya.
Sementara, ujar Jamani,
hampir setiap hari ada korban kecelakaan, karena menghindari lubang. Bahkan,
ada warga yang keguguran setelah jatuh saat lewat jalan rusak. Jalan rusak
tersebut dari Ciracas hingga Cigintung, panjang yang rusak sekitar 5 kilometer,
ini masuk di tiga kelurahan dan tiga kecamatan, yaitu Lingkungan Ciracas,
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Serang, Kelurahan Sepang Kecamatan Taktakan, dan
Cigintung Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya. Informasi dari pihak DPU,
perbaikan akan dilakukan dengan betonisasi sepanjang satu kilometer dan sisanya
hotmiks.
"Penyebab kerusakan
jalan itu, di antaranya diduga, karena kendaraan besar yang muatannya tidak
sesuai kondisi jalan atau tonasenya lebih berat, memang di daerah sini ada
pabrik.
Padahal, setahu kami di
sini tidak ada daerah industri, tapi nyatanya ada pabrik, dugaan lainnya
kemungkinan, karena kualitas jalannya juga kurang bagus, dataran rendah dan
tidak ada irigasi," tuturnya.
Secepatnya
Jamani mengatakan, warga
berharap, perbaikan jalan secepatnya dilaksanakan. "Jangan sampai setelah ada korban jiwa
baru diperbaiki. Intinya warga Sepang ingin secepatnya jalan diperbaiki, sudah
lama jalan tidak diperbaiki, dulu ada perbaikan itu juga hanya tambal sulam dan
cepat rusak lagi," katanya.
Warga lainnya yang
berjualan di tepi Jalan Ciracas-Sepang, Kadir menuturkan, sering menyaksikan
langsung pengendara motor jatuh di jalan rusak tersebut dan sering menolong
mereka yang jatuh dan luka-luka.

0 komentar:
Post a Comment