Kilas Berita

Bangun Transportasi Air di Cisadane

 Bangun Transportasi Air di Cisadane
SERPONG - Daerah pesisir Sungai Cisadane dari Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu sampai Rumah Sakit Ashobirin, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara bakal disulap menjadi objek pariwisata. Di bantaran kali nantinya dibangun jogging track.

Demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Kota Tangsel, Mukodas Syuhada usai mengikuti Ekspedisi Cinta Cisadane bersama Tangsel Club, Minggu (14/8) lalu. Mukodas yang juga pembina Akademi Bambu Nusantara (ABN) menerangkan dari hasil ekspedisi akan dijadikan kajian selanjutnya. Kegiatan tersebut tak hanya berhenti tidak ada kelanjutannya.

Hasil penelusuran dengan waktu cukup lama di atas perahu karet akan jadi rujukan kami. Nanti akan dipresentasikan kepada Walikota Tangsel, katanya.

Catatan yang akan disampaikan, garis sepadan kali akan dibuat jogging track difungsikan bagi pejalan kaki atau pesepeda. Selain itu penataan taman supaya indah dan menarik. Setelah nanti kami presentasikan, tahapan selanjutnya feasibility study kemudian melakukan detail engineering design, kata Mukodas.

Targetnya lima tahun ke depan kepemimpinan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, transportasi air di Cisadena selesai karena jika merujuk pada negara-negara maju, air menjadi transportasi unggulan. Kami melihat di berbagai negara, transportasi air jadi andalan. Tangsel pun demikian, jika dibanding membangun jalan tol lebih baik memanfaatkan transportasi kali, tukasnya.

Setidaknya ada tiga tempat pemberhentian atau semacam dermaga kecil, pertama dari ujung perbatasan Tangsel-Bogor tepatnya di Keranggan, Kecamatan Setu, lalu di jembatan Green Cove Serpong dan Rumah Sakit Ashobirin. Nanti disediakan perahu kayu atau dikenal perahu jukung dengan kapasitas 12 orang atau lebih, paparnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel, Rahmat Salam yang juga ikut menelusuri Sungai Cisadane menuturkan keyakinannya upaya tol air yang digagas bersama Tangsel Club dan Dinas Tata Kota akan membuahkan hasil cukup baik.

Sepanjang perjalanan saya melihat sangat sedikit ada pencemaran limbah dari bantaran. Kedepan bantaran akan dikelola dengan baik untuk difungsikan, tuturnya.

Ekspedisi Cinta Cisadane itu diikuti sebanyak 50 orang. Di antaranya dari komunitas pecinta lingkungan Organisasi Kepemudaan (OKP) Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda Pemudi (Ganespa) Tangsel, PMI Tangsel, Sekjen Perempuan Lintas Banten, Munifah Umar, Ketua Dewan Kesenian Provinsi Chavchay Syaifullah, dan Aktivis Lira, Suhaemi Ismedi serta selebritis, Dik Doank. Dengan menumpangi lima perahu karet, rombongan menelusuri sungai dari Keranggan ke RS Ashobirin sejauh 14 kilometer dengan waktu tempuh 3,5 jam.

Ketua Tangsel Club, Uten Sutendi mengungkapkan wadah ini beranggotakan para tokoh, pemangku kepentingan seperti kepala dinas, seniman dan budayawan untuk bersama-sama memikirkan Kota Tangsel ke depan.


Semoga saja usai melakukan ekspedisi mendapatkan hasil yang bisa direnungkan. Kita telah melihat kanan dan kiri Cisadane begitu indah jika dikelola dengan baik ini akan jauh membanggakan, katanya. 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Bangun Transportasi Air di Cisadane Rating: 5 Reviewed By: Unknown