![]() |
| Ikan Air Tawar |
LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, kini
mengembangkan produksi ikan tawar jenis ikan lele dan emas majalaya karena
permintaan pasar cenderung meningkat dan cukup menjanjikan pendapatan ekonomi
keluarga.
"Kami mendorong
masyarakat petani agar mengembangkan usaha budidaya ikan tawar karena dapat
memenuhi swasembada pangan," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Kelautan
dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak Dadang Lesmana di Lebak, Kamis.
Pemerintah daerah
mengembangkan ikan tawar jenis lele dan emas majalaya tersebar di Kecamatan
Warunggunung, Maja, Rangkasbitung, Cibadak, Cikulur, Wanasalam, Malingping, dan
Bayah. Begitu juga di Kecamatan Cipanas, Cibeber, Cirinten, Muncang, Cileles
dan Panggarangan.
Pengembangan produksi
ikan tawar tersebut guna mendukung swasembada pangan juga peningkatan
pendapatan ekonomi masyarakat.
Ia mengembangkan usaha
budidaya ikan tawar di daerah itu sebagai sentra penghasil ikan lele dan emas
juga didukung persediaan air yang melimpah.Selain itu juga pengembangan usaha budidaya
ikan air tawar sangat menjanjikan pasar.
Saat ini, harga ikan air
tawar jenis ikan emas Rp28 ribu per kilogram dan lele Rp20 ribu per kilogram. Bahkan,
produksi ikan lele dan emas sudah mampu memasok kebutuhan pasar di Kabupaten
Lebak.
"Kami berharap
budidaya ikan air tawar jenis lele dan emas ke depan bisa memenuhi kebutuhan
pasar lokal dan tidak mendatangkan dari luar daerah," katanya.
Ia mengatakan pemerintah
daerah terus mengoptimalkan pembinaan kepada kelompok-kelompok pembudidaya ikan
air tawar guna meningkatkan produksi dan produktivitas.
Saat ini, jumlah
kelompok pembudidaya ikan air tawar tercatat 219 kelompok dan sebanyak 345 unit
pembenihan rakyat (UPR) yang tersebar di 28 kecamatan.
Selama ini, produksi
pembudidaya ikan air tawar belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat karena
produksinya baru mencapai dua juta ton per tahun. "Kami yakin
pengembangan budidaya ikan air tawar diharapkan dapat memenuhi konsumen pasar
Banten," katanya.
Pemerintah daerah,
ujarnya, bekerja keras mengembangkan budidaya ikan air tawar dan mendorong
usaha tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong
pertumbuhan ekonomi pedesaan.
Jumlah pembudidaya ikan
di Kabupaten Lebak tercatat 219 kelompok terdiri dari sebanyak 188 kelompok
tingkat pemula, 22 tingkat lanjut, dan enam tingkat madya.
"Kami secara
periodik melakukan pembinaan terhadap kelompok pembudidaya ikan air tawar agar
dapat meningkatkan produksi," katanya.
Seorang pembudidaya ikan
air tawar, Wawan (45), warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengaku setiap
hari memasok ikan lele untuk pedagang pecel lele di Lebak dan Serang sebanyak 5
ton per hari.
"Kami hampir setiap
pekan bisa memasok ikan ke pasar berkat binaan dari pemerintah daerah,"
ujarnya.

0 komentar:
Post a Comment