Kilas Berita

Banten Juara Umum MTQ Nasional Ke-26 NTB

 Banten Juara Umum MTQ Nasional Ke-26 NTB
SERANG, (KB).- Gubernur Banten H. Rano Karno memberangkatkan umrah seluruh peserta dan pembina Musabaqah Tilawatil Quran (MTQN) ke-26 asal Provinsi Banten. Khusus para juara akan mendapat bonus total uang ratusan juta rupiah.

"Saya pernah berjanji di tempat ini, bahwa juara I, II, dan III akan mendapat bonus umrah. Tapi saya akan mengubah janji tersebut.

Ini janji saya, seluruh peserta berikut pembina akan umrah pada 2017," kata Rano Karno saat memberikan arahan di Hotel Lombok Raya Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (7/8/2016).

Rano juga berjanji akan memberi bonus tambahan untuk para juara. Yakni, juara I Rp 100 juta, juara II Rp 50 juta, dan juara III Rp 25 juta.

Tidak hanya itu, Rano juga memberi kejutan yang tidak kalah menggembirakan. Yakni, akan mengarak piala juara umum MTQ Nasional dengan melibatkan massa besar.

"Piala Kalpataru saja diarak keliling kota. Ini piala juara umum MTQN, harus diarak lebih meriah," ujar Rano, seraya memerintahkan seluruh satuan kerja kepala daerah (SKPD) mengambil peran pada acara tersebut.

Ditegaskannya, meraih juara umum MTQN adalah impian seluruh masyarakat Banten sejak 16 tahun menjadi daerah provinsi.

"Juara umum MTQN juga yang paling saya inginkan. Dengan menjadi juara MTQN, saya akan semakin bangga menyatakan Banten sebagai daerah religius," ucap Rano.

Dengan menyandang gelar juara MTQN, masyarakat Banten dinilainya akan lebih bersemangat membangun asrama haji dan Islamic Centre.

Selama ini Banten memiliki bandara, namun transit jemaah hajinya milik daerah lain. Oleh sebab itu, ia akan berupaya keras dan serius agar asrama haji Banten bisa mulai dibangun 2017.

Sementara Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten KH. Syibli Syarjaya mengatakan, Banten sebagai juara umum berhasil meraih kemenangan di 6 golongan. Disusul Provinsi DKI Jakarta yang menjuarai 5 golongan, lalu Kepulauan Riau 4 golongan, dan Nusa Tenggara Barat 4 golongan.

Sementara Provinsi Jawa Tengah menempati posisi lima dengan raihan kemenangan di 4 golongan, lalu Riau di 3 golongan, Sumatera Barat di 2 golongan, dan Aceh di 2 golongan.

Berada di urutan selanjutnya, kata KH. Syibli, beberapa provinsi yang hanya menjuarai di 1 golongan, yaitu Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Barat, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan.

"Kita harus bersyukur, tapi jangan takabur agar menjadi abdan syakur," kata KH. Syibli.
Dikatakan, kafilah Provinsi Banten berjaya pada golongan tartil anak-anak putra, qiraat sabah putri, hifdzil Quran 20 juz putra, tafsir bahasa Arab putra, tafsir bahasa Indonesia putra, dan syarhil Quran.

Keberhasilan Banten sebagai juara umum disambut suka cita seluruh anggota kafilah. Saat Ketua Dewan Hakim, Said Agil al-Munawwar membacakan Keputusan Dewan Hakim, gema takbir bersahut-sahutan.

Sementara Ketua Umum LPTQ Banten, Ranta Soeharta mengatakan, distribusi juara terbagi hampir merata di semua provinsi. Juara 1 terdistribusi di 25 provinsi, juara 2 terdistribusi di 16 provinsi, dan juara 3 terdistribusi di 18 provinsi.

Selain itu, terdapat juara baru dari provinsi yang selama ini bukan termasuk kategori tradisi juara, yaitu Nusa Tenggara Timur pada cabang tilawah dewasa putri. Hal ini menunjukkan, kekuatan MTQ tidak lagi berpusat di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Ketatnya penilaian dan distribusi juara, menunjukkan telah terjadi pergeseran kualitas peserta, di mana saat ini telah merata di hampir seluruh provinsi. Selain itu, distribusi ini juga membuktikan bahwa kualitas penilaian dan sistem rekrutmen melalui e-MTQ telah menunjukkan hasil yang luar biasa.

Peserta yang lolos merupakan hasil seleksi terbuka, diikuti penilaian yang transparan, ujar Ranta.

Selain pengumuman juara MTQ, panitia juga membacakan juara pada pawai taaruf dan kendaraan hias. Dibacakan Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchtar Ali, DKI Jakarta keluar sebagai juara I, disusul Riau, dan Banten.

Pawai taaruf merupakan rangkaian pelaksanaan MTQ yang mengharuskan masing-masing provinsi menampilkan hiasan budaya.

Ditutup
MTQN yang memperlombakan 7 cabang dengan 18 golongan, ditutup Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Hadir dalam acara yang dipusatkan di Astaka Islamic Center, antara lain Gubernur Banten Rano Karno, Sekda Banten Ranta Soeharta, Ketua KONI Banten Hj. Rumiah, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Zainul Majdi, Gubernur Sulawesi Utara, Ketua DPRD NTB, dan Bupati/wali kota se-Nusa Tenggara Barat.

Puluhan ribu warga antusias menghadiri malam penutupan. Sejak sore, jalan raya di Kota Mataram nampak macet oleh iring-iringan masyarakat yang bergelombang menuju puncak penutupan MTQN XXVI.

Penutupan MTQN XXVI juga ditandai dengan penyerahan bendera LPTQ dari Ketua LPTQ Nasional kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diterima langsung oleh Gubernur Tengku Ery Nuradi. Sumatera Utara terpilih sebagai tuan rumah MTQN XXVII Tahun 2018.

Sebelumnya, Provinsi Sumatera Utara pernah menjadi tuan rumah, tepatnya pada tahun 1971.


Kemeriahan penutupan MTQN XXVI diakhiri penampilan tarian dengan tema salawat. Puluhan ribu masyarakat yang menyemut, setia mengikuti acara hingga selesai. Jalanan di sekitar Islamic Center padat oleh lautan manusia.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Banten Juara Umum MTQ Nasional Ke-26 NTB Rating: 5 Reviewed By: Unknown