![]() |
| Ilustrasi |
SERANG, (KB).- Kanwil
Kemenag Provinsi Banten akan memeriksa izin sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah
Haji (KBIH). Hal itu menyusul ditahannya belasan jemaah calon haji asal Banten di
Filipina.
“Kemenag akan memeriksa KBIH yang
memberangkatkan jemaah tersebut, terutama terkait izin. Prinsipnya, Kemenag
tidak akan menoleransi KBIH bodong,” kata
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama
(Kemenag) Provinsi Banten, Mahfuddin, Kamis (25/8/2016).
Dikemukakan, sejumlah
KBIH itu antara lain PT Taskiah, PT Aulad Amin, PT Aulad Amin Tours Makassar,
Travel Shafwa Makassar, Travel Hade El Barde, KBIH Arafah, dan KBIH Arafah
Pandaan. Dia akan memverifikasi ulang administrasi perizinan KBIH di Provinsi
Banten.
“Kami akan memverifikasi, karena
tidak semua KBIH bodong. Bagi KBIH yang tidak memenuhi aturan dan tidak
mematuhi tata tertib, akan dicabut izinnya,” tuturnya.
Ia mengakui, baru
mendapatkan informasi mengenai jemaah calon haji asal Tangerang yang ditahan di
Filipina karena memiliki paspor palsu. Terkait ini, ia akan mencari tahu untuk
memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Kami baru memulai pendataan, ada
berapa saja, siapa saja dan orang mana saja. Kami akan bicara lebih lanjut.
Kami juga akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat mana travel yang benar
dan mana yang tidak benar,” ucapnya.
Sebelumnya, aparat
mencatat ada tujuh agen perjalanan yang diduga terlibat dalam kasus ini.
Ketujuh agen perjalanan itu yakni PT Taskiah, PT Aulad Amin, PT Aulad Amin
Tours Makassar, Travel Shafwa Makassar, Travel Hade El Barde, KBIH Arafah, dan
KBIH Arafah Pandaan.
Dari 177 WNI yang gagal
berangkat haji melalui Filipina, sebagian besar berasal dari Provinsi Sulawesi
Selatan yakni sebanyak 70 orang, sedangkan sisanya didominasi WNI dari Pulau
Jawa.
Mereka antara lain
berasal dari Tangerang 17 orang, Jepara (Jawa Tengah) 11 orang, Kalimantan
Utara sembilan orang, Jakarta sembilan orang, Jawa Timur delapan orang, Jawa
Barat empat orang, Yogyakarta dua orang, Jambi dua orang, Kalimantan Timur dua
orang dan Riau satu orang.

0 komentar:
Post a Comment