![]() |
| Airin: Stop Kekerasan pada Anak |
TANGSEL - Kasus kekerasan
anak di Kota Tangsel cukup marak. Di tahun kemarin tercatat 64 kasus sedangkan,
dari Januari hingga Juli 2016 sudah terjadi 54 kasus. Ini menjadi perhatian
serius Pemkot.
Pada peringatan Hari Anak
Nasional di Puspiptek, Kecamatan Setu, kemarin, Pemkot Tangsel mengusung tema ‘Akhiri Kekerasan Pada Anak’. Acara itu diikuti ratusan anak Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).
Kepala Bidang
Perlindungan Perempuan dan Anak pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan
Perempuan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tangsel, Listya mengatakan,
berdasarkan data yang diterima pihaknya pada 2015 terdapat 64 kasus sedangkan,
di 2016 sampai Juli mencapai 54 kasus.
“Oleh karena itu memerlukan
perhatian dan penanganan dari semua pihak baik pemerintah, dunia usaha dan
masyarakat untuk melindungi anak anak Kota Tangsel,”ujarnya.
Listya menerangkan dengan
mengusung tema ‘Akhiri
Kekerasan Pada Anak’ tersebut
dalam peringatan kali ini, tujuannya agar menumbuhkembangkan kepedulian
kesadaran dan peran aktif setiap individu untuk mengakhiri kekerasan kepada
anak.
Walikota Tangsel Airin
Rachmi Diany mengatakan maraknya kasus kekerasan terhadap anak ini, pihaknya
mengaku penanganannya baik dari pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya
sudah mengalami peningkatan. “Di setiap RW
sudah dibentuk Satgas Perlindungan Anak untuk mencegah kekerasan anak,” ujar Airin.
Airin pun mengajak
masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan terhadap anak. “Anak ini penerus masa depan kita, jangan sakiti
mereka, lindungi dan jaga mereka,”ungkapnya.
Selain itu cara lainnya
adalah dengan menerbitkan regulasi yang isinya melindungi anak-anak seperti
Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok yang telah disahkan beberapa waktu lalu. “Dengan disahkan Perda itu maka kesehatan anak-anak
ikut terlindungi dari bahaya asap rokok,”pungkasnya.
Sementara, Kapolres
Tangsel AKBP Ayi Supardan menjelaskan pihaknya belum mengetahui berapa jumlah
persisnya kekerasan pada anak namun, kasus terbaru yang ditanganinya yakni
kasus pencabulan pada anak yang di Pondok Aren dan Cisauk.
“Kita masih mendata, namun kasus
terbesar dua kasus ini namun, saya yakin untuk kasus kekerasan pada anak di
Tangsel masih minim dibandingkan kasus kekerasan di jalan raya,” jelasnya.
Minimnya jumlah laporan,
dikarenakan bantuan dari adanya Satgas Anak di setiap wilayah yang ada di
Tangsel. “Satgas ini sangat membantu kita,
untuk melakukan pendataan, melaporkan tindak kekerasan dan sebagainya,”singkatnya.

0 komentar:
Post a Comment