![]() |
| Seberapa Penting Sebuah Penghargaan Bagi Kamu? |
Seberapa Penting Sebuah
Penghargaan Bagi Kamu? Itulah tema sekaligus judul postingan Kontak Banten Media Online kali
ini. Tentu tidak lupa pula
penulis menyampaikan salam hangat untuk para pembaca. Dan mari kita mulai
membahas.
Salah-Satu Hasrat Alami Manusia
Berfikir, berkarya dan
berbudaya merupakan elaborasi pemikiran dari Ki Hajar Dewantara yang terkenal
dengan trilogi Cipta, Rasa, dan Karsa. Prinsip ini pada akhirnya dijadikan
landasan bertindak bagi banyak individu maupun organisasi.
Berkarya merupakan
aktifitas lanjutan dari proses berfikir dari tiada menjadi ada. Aktifitas
berfikir dan berkarya haruslah berorientasi pada budaya, sehingga manusia
menjalankan fikiran dan karyanya agar bermanfaat bagi lingkungannya.
Hingga di sini manusia
ditempatkan sebagai pihak yang memberi. Ia melakukan sesuatu, ia berkarya yang
semangatnya berasal dari dalam dirinya. Selanjutnya hasil karya yang
bersangkutan diberikan kepada atau untuk pihak-pihak yang berada di luar.
Setelah seseorang merasa
telah memberi maka umumnya timbul hasrat alami, yaitu ingin ada timbal-balik,
ingin diakui, dan lebih jauh lagi ingin dihargai. Di sisi lain, pihak yang
merasa telah menerima timbul pula hasrat alaminya, yaitu ingin membalas
pemberian. Misalnya berupa penghargaan.
Penghargaan, sebuah
istilah yang acap-kali menjadi bahan pembicaraan dan atau kajian manusia.
Isunya tidak pernah luntur oleh waktu tidak lekang oleh jaman.
Topik penghargaan
sebagaimana yang dimaksud dalam tulisan ini adalah yang sesuai dengan fitrah
manusia tentunya. Yaitu fitrah sebagai makhluk individu dan sosial.
Intisari dari uraian di
atas akan bermuara pada kondisi, dimana dalam hubungan sosial, manusia secara
umum akan melakukan proses memberi dan menerima atau take and give. Hal ini
sebenarnya sejalan dengan teori Abraham Maslow, seorang psikolog ternama.
Abraham Maslow terkenal
dengan teorinya yang membahas tentang Hirarki Kebutuhan manusia. Hirarki
tersebut terdiri dari lima tingkatan yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis
Contoh dari kebutuhan
fisiologis adalah sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan
kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain
sebagainya. Ini merupakan kebutuhan asasi atau kebutuhan dasar. Tanpa tercukupi
kebutuhan makan misalnya, maka manusia terancam hidupnya secara telak. Dalam
waktu relatif singkat ia bisa mati karena kelaparan.
2. Kebutuhan Keamanan dan
Keselamatan
Pada tahapan kebutuhan
ini manusia ingin atau butuh terbebas dari hal-hal yang berpotensi membuatnya
menderita. Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit,
bebas dari teror, dan semacamnya.
3. Kebutuhan Sosial
Contoh-contoh pada
hirarki ini misalnya berorganisasi, memiliki teman, memiliki keluarga,
kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan
Dalam kategori ini dibagi
menjadi dua jenis, Eksternal dan Internal. Sub kategori eksternal meliputi :
Apresiasi, pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
Sedangkan untuk sub kategori internal sudah lebih tinggi dari eskternal.
Seorang pribadi pada tingkatan ini sudah tidak memerlukan pujian atau
penghargaan dari orang lain untuk merasakan kepuasan dalam hidupnya.
Menurut hemat penulis,
pada tingkatan tertinggi ketika seseorang sudah sampai pada tahapan tanpa
pamrih, maka penghargaan yang ia harapkan adalah yang hanya datang dari Tuhan.
Meskipun demikian, secara hubungan sebab-akibat, sesama manusia adalah
perantara agar penghargaan dari Tuhan itu sampai.
Sesama manusia sering
kali dijadikan perantara oleh Tuhan ketika Dia berkehendak memberikan
penghargaan pada seseorang. Dalam konteks yang demikian inilah istilah tanpa
pamrih memiliki makna yang dapat dikatakan absolut.
Tanpa pamrih dimaknai
sebagai suatu keadaan dimana manusia hanya menggantungkan dirinya
semata-mata
kepada Tuhan. Harapan-harapannya terhadap sesama manusia, termasuk dalam hal
memperoleh penghargaan, hanyalah merupakan proses sebab-akibat. Dan proses
sebab-akibat itu timbul karena manusia adalah makhluk sosial selain sebagai
makhluk individual.
Maka demikianlah, manusia
dengan segala kompleksitasnya akan senantiasa menjadi subjek maupun objek
eksplorasi. Termasuk untuk sisi-sisi yang berkaitan dengan kejiwaannya. Manusia
akan senantiasa mencari makna atau nilai sesuai fitrah dan atau kebutuhannya.
5. Kebutuhan Aktualisasi
Diri
Ketika semua kebutuhan di
atas terpenuhi, maka kebutuhan selanjutnya adalah aktualisasi diri. Maslow
menggambarkan aktualisasi diri itu sebagai dorongan pada manusia untuk menjadi
dirinya sendiri dengan dorongan yang murni berasal dari dirinya pula.
Contoh aktualnya adalah
seorang musisi harus bermusik, pelukis harus melukis, dan penyair harus
menulis. Dan itu semua dilakukan pada situasi pengejawantahan diri.
Hingga di sini jelaslah
sudah bahwa bagi penulis, dan pastinya bagi insan-insan yang lain, penghargaan
itu sangat penting apapun jenis dan tingkatannya.
Ketika seseorang berkata,
"Saya tidak memerlukan pujian atau jenis penghargaan lain dari sesama
manusia." maka sesungguhnya ia tetap perlu diberi penghargaan. Bahkan
andaipun ucapannya tersebut memang benar- benar sesuai dengan bisikan hatinya,
bukan karena jaga imej (jaim).
Penghargaan Dari Sodexo
Sekarang kita membahas
hal yang berada pada tataran implementasi, yakni di saat hal-hal yang
teoritikal di atas diwujudnyatakan dalam suatu kegiatan. Fokusnya pada Sodexo
yang merupakan pemimpin dunia solusi motivasi.
Sejak 1976 Grup Sodexo
telah membantu untuk mengembangkan dan menerapkan solusi peningkatan motivasi.
Baik untuk karyawan, relasi bisnis, maupun pelanggan.
Saat ini Sodexo sedang
menyelenggarakan Lomba Blog. Terkait dengan tema di atas dan lomba blog, Sodexo
telah menyiapkan penghargaan yang berupa Voucher Belanja Sodexo dan Merchant
Sodexo. Keduanya akan diberikan bagi para pemenang sebagai hadiah.
Bagi yang tertarik untuk
mengikuti lomba, bisa klik banner di samping kiri postingan ini.
![]() |
Dikutip dari website
resminya :
Hanya Voucher Sodexo yang
dapat memberikan kemudahan mempersiapkan Hadiah untuk Karyawan, Relasi serta
Pelanggan Anda dan memberikan kebebasan dalam memilih hadiahnya.
Penghargaan-penghargaan
yang bersifat signifikan pada umumnya adalah timbal-balik dari suatu prestasi.
Adapun prestasi hanya bisa lahir dari suatu karya. Bagi para blogger
karya-karya mereka tentu saja berupa postingan.
Manusia adalah makhluk
estetis, kurang lebih artinya adalah bahwa manusia bukan hanya konsen atau
mengutamakan isi tetapi juga kemasan. Bukan hanya mengutamakan esensi tetapi
juga cara penyajian. Dan salah-satunya hal ini terjadi pada cara pembayaran.
Jual-beli dahulu kala
dilakukan dengan cara barter kemudian berubah menggunakan mata uang. Bisa jadi
perubahan ini lebih didasari oleh pertimbangan praktis. Tegasnya penggunaan
mata uang sebagai alat tukar jauh lebih praktis dibanding cara barter.
Seiring dengan waktu
manusia tidak hanya memikirkan hal-hal yang praktis saja tetapi juga menggali
cara-cara estetikanya. Membawa uang banyak, pada titik, tertentu dianggap tidak
memenuhi kaidah estetika. Dan yang pasti adalah tidak aman. Dari sini mulailah
lahir jenis-jenis kartu dan voucher untuk bertransaksi.
![]() |
| Gift Card Sodexo |
Faktor estetika sangat
erat kaitannya dengan kebutuhan manusia akan penghargaan. Semakin tinggi
penghargaan yang diberikan pada seseorang maka akan semakin fokus pula manusia
pada sisi estetisnya. Muara dari semua ini adalah pada istilah prestise.
Penggunaan kartu dan voucher dianggap lebih aman dan prestisius dibanding
bertransaksi dengan uang tunai.
Pembaca yang budiman,
itulah sedikit uraian penulis pada artikel ini yang bertema Seberapa Penting
Sebuah Penghargaan Bagi Kamu?



0 komentar:
Post a Comment