![]() |
| Banjir Rendam Ratusan Rumah, Jalur Industri Lumpuh |
CILEGON, (KB).- Hujan
lebat yang melanda kawasan pesisir Ciwandan, Kota Cilegon mengakibatkan ratusan
rumah dan jalan utama terendam air. Bahkan, jalur industri yang menghubungkan
Kota Cilegon dan Anyer tak bisa dilalui akibat tingginya genangan air.
Berdasarkan informasi
yang dihimpun, hujan mulai mengguyur sebagian wilayah barat Provinsi Banten
mulai pukul 00:30. Air kiriman dari kawasan Mancak, Kabupaten Serang yang bertemu
dengan luapan air laut pasang (rob) dari kawasan Anyer, menyebabkan ratusan
rumah yang ada di perbatasan Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon dan Kecamatan
Anyer, Kabupaten Serang terendam banjir.
Air mulai meluap ke jalan
dan permukiman warga sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Luapan air tersebut
kemudiam melumpuhkan arus lalu lintas jalur industri di Jalan Raya Cilegon -
Anyer, tepatnya di Simpang Tiga Jalan Lingkar Selatan (JLS) hingga beberapa
jam. Bahkan sejumlah kendaraan yang nekad melintasi jalur tersebut mogok
terendam air.
Luapan air hujan yang
mulai masuk ke jalan sekitar mengakibatkan arus lalu lintas macet total. Tampak
salah satu kendaraan truk yang melintas tepat di simpang tiga JLS dan Jalan
Raya Cilegon - Anyer terperangkap ke dalam parit.
Ketua RT 01 RW 01,
Lingkungan Waluran, Desa Kosambironyok, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Tata
Winarta mengatakan, banjir ini merupakan kejadian terparah sejak tahun 1982.
"Kalau terparah dalamnya kisaran 1- 2 meter. Ini airnya tiba-tiba meluap dan
membuat tanggul kali Anyer jebol," ujarnya, Senin (25/7/2016).
Terpisah, Camat Ciwandan,
Junaedi mengatakan, musibah banjir kali ini merendam ratusan rumah di lima
kelurahan yang ada di Ciwandan. "Ada lima kelurahan yang terkena banjir,
Kelurahan Gunung Sugih, Kelurahan Kepuh. Kemudian Kelurahan Ramdakari,
Kelurahan Kubangsari dan Tegal Ratu. Lebih dari 300 rumah yang terendam
banjir," katanya.
Mendapat kabar adanya
banjir yang melanda sebagian kawasan pesisir ini, Kapolda Banten, Brigjen Pol
Ahmad Dofiri langsung melakukan pantauan ke lokasi banjir. Menurut Kapolda,
banjir yang disebabkan karena intensitas curah hujan yang tinggi dan sempat
merendam kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Banten, Ciwandan.
"Sejak tadi malam saya sudah mendapat informasi. Kondisi ini lebih karena
faktor alam," ujar Kapolda.
Rekayasa lalu lintas
Guna mengatasi kemacetan
akibat jalan yang terendam banjir, polda melakukan rekayasa lalu lintas di
sepanjang Jalan Raya Cilegon-Anyer melalui jalur alternatif dari arah Mancak.
"Kita sudah
melakukan rekayasa. Kendaraan akan diarahkan masuk lewat samping Pasar Anyer ke
arah Mancak. Untuk personel, kami kerahkan semuanya untuk bersiaga dan menjaga
keamanan masyarakat," tuturnya.
Jenderal bintang satu ini
juga mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan diri untuk melintasi jalur
Cilegon-Anyer. Sebab, meskipun banjir sudah mulai surut di beberapa wilayah,
genangan lumpur masih menghalangi kendaraan yang melintas. Kalau jalur industri
di Cilegon untuk kendaraan truk saya kira masih bisa melintas. Tetapi kalau
untuk kendaraan kecil roda empat jangan dipaksakan, dari pada nanti
terjebak," ujarnya.
Sementara itu menanggapi
bencana banjir yang melumpuhkan jalur Cilegon-Anyer yang dilintasi oleh banyak
industri, Wali Kota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi berkata, kasawan Ciwandan memang
kerap tergenang jika diguyur hujan lebat. Untuk menanggulangi hal tersebut,
menurut Iman, harus ada kerja sama antara Pemkot dan PT Krakatau Steel untuk
membuat Long Water Storage sebagai solusi permasalahan tersebut.
"Kalau dari kajian
PU harus dibangun Long Water Storage sepanjang 1,8 kilometer. Tapi itu kan
lahan KS, jadi KS harus membuat surat ke Pemkot untuk itu membolehkan
pembangunan. Tentu juga, kita berharap APBN bisa membantu, karena untuk
membangun Long Water Storage estimasinya mencapai Rp 121 miliar. Nah sekarang
itu status lahan KS nya dulu, baru bisa kita bangun," tuturnya.

0 komentar:
Post a Comment