![]() |
| Gedung Angkasa Pura II |
TANGERANG – PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara
Soekarno Hatta, Kota Tangerang, menilai permintaan Menteri Perhubungan Ignasius
Jonan untuk membangun dua tower di terminal 3 Ultimate dirasa belum perlu,
bahkan salah sasaran.
“Sepertinya
permintaan itu salah sasaran, seharusnya itu ke Airnav. Jadi begini kemaren
sudah diklarifikasi oleh pak Hadi kemaren yang pertama memang minta tower
tetapi oleh pak Hadi sudah dikoreksi dan juga oleh pak menteri bahwa tower itu
baru diminta kalau kita sudah mengopersikan win timur dan win barat, kira-kira
itu terjadinya pada bulan Maret atau April,” ujarnya saat ditemui di Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta.
Ditanya mengenai kapan
Terminal 3 Ultimate Bandara bertaraf Internasional tersebut bisa dioperasikan,
dirinya mengaku bahwa pengoperasian tersebut mengacu dari yang telah
disampaikan oleh Kemenhub yang direncanakan pada pekan kedua Agustus 2016.
“Jadi dari kami
sendiri tugasnya selaku operator untuk mempersiapkan bandara ini sebaik-baiknya
dan mempersiapkkan segala keselamatan security dan kenyamanan itu untuk
sebaik-baiknya dan ini yang bisa kita persiapkan dengan baik,” jelasnya.
Untuk diketahui, Menhub
Ignasius Jonan mengaku meski pembangunan menara Apron Movement controler (AMC)
hampir rampung, dirinya menilai bhawa menara AMC yang merupakan Sub tower Air
Trafic Control (ATC) belum memadai. Menara tersebut dianggap belum bisa
menjangkau semua area Airside di terminal 3 yakni taxi way dan Apron

0 komentar:
Post a Comment