![]() |
| Ketua DPD Demokrat Banten A'eng Haerudin |
SERANG, (KB).- Setelah
bertemu empat mata dengan Wali Kota Serang Tb. Haerul Jaman, kali ini bakal
calon Gubernur Banten Rano Karno mengundang Ketua DPD Demokrat Banten A'eng
Haerudin di rumah dinasnya, di Jl. A Yani, Kota Serang, Kamis (21/7/2016).
Dalam pertemuan tersebut menguat pembahasan soal peluang Rano berpasangan
dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pada Pilgub 2017.
Pantauan, A'eng tiba di
rumah dinas Rano sekitar pukul 17.00 menumpangi Hyundai Santafe A 24 AH. Ia
kemudian masuk ke ruang tamu dan berbincang dengan Rano. Pertemuan hanya
berlangsung sekitar setengah jam.
Rano Karno dikonfirmasi
memang tak secara terang-terangan mengakui hal tersebut. Namun, ia
mengisyaratkan pertemuan dengan A'eng sebagai bagian dari komunikasi politik
tentang kemungkinan meminang Arief dan berkoalisi dengan Demokrat.
"Saya kan kenal lama
dengan Pak A'eng, beliau kan dulu ketua dewan (Banten). Kalau (obrolan) yang
lain-lain ya karena beliau juga ketua partai, kan ya wajar-wajar sajalah
bicara-bicara kemungkinan," kata Rano, seusai pertemuan.
Namun, saat ditanya
kemungkinan yang dimaksud, Rano enggan menjawabnya. Hanya raut senyum yang dilemparkan
keduanya kepada awak media. "Senyum-senyum gini itu karena cabainya pedes
tadi," ujar Rano, berkelakar.
Informasi yang diperoleh,
pemeran Si Doel Anak Sekolahan tersebut sedianya mengundang Arief R Wismansyah.
Namun Arief berhalangan hadir karena harus menghadiri penyerahan Adipura di
Provinsi Jambi.
"Pak Arief hari ini
(kemarin) menerima Adipura di Jambi. Tadi dia hubungi saya. Nantilah kita
agendakan lagi," ucapnya. Setidaknya dua nama yang kian santer mencuat
sebagai calon pendamping Rano. Mereka yaitu Jaman dan Arief. Namun, Rano juga
enggan terburu-buru menyebut siapa calon wakilnya.
"Keputusannya, oh nanti
dulu suka pade mau buru-buru aje. Itu nanti lah," tuturnya.
Saat ditanya terkait
siapa saja tokoh selanjutnya yang akan diundang, Rano menjawab bahwa hal
tersebut rahasia. "Kalau siapa saja itu rahasia. Yang jelas begini kita
kan sudah dapet surat (surat rekomendasi DPP PDI-P) ini sedang bekerja,"
katanya.
Rano juga dikabarkan
telah melakukan pertemuan dengan ibu kandung Arief. Menanggapi hal tersebut,
Rano menjawab santai. "Minta restu apa, baru sebatas
ngobrol-ngobrol," ujarnya.
Sementara, Ketua DPD Demokrat
Banten, A'eng Haerudin bangga kader Demokrat dilirik sejumlah calon gubernur. "Ya
kami tentu saja bangga ada kader yang dilirik oleh semua para calon. Ya, nanti
pada akhirnya siapa itu orangnya bukan di DPD keputusannya, tetapi di
DPP," ucapnya.
Ia sedikit membocorkan
obrolan dengan Rano. Menurutnya, ia ditanya tentang Arief.
"Tadi ditanya
(Rano), bagaimana itu Pak Arief, ya saya bilang saya punya kader ternyata
banyak yang suka, banyak yang senang," tuturnya.
Terkait dukungan Rano
untuk menggaet Arief, menurut A'eng belum berkomunikasi dengan Arief sehingga
tidak dapat memperkirakan. Namun, pada prinsipnya Demokrat mendukung siapapun
pasangan yang diinginkan rakyat.
"Siapapun yang
banyak diinginkan oleh rakyat kami akan dukung. Soal peluang itu (Rano-Arief)
saya tidak bisa mempersentase kan, ketemu Pak Ariefnya saja belum,"
tuturnya.
Arief sendiri tidak
termasuk dalam penjaringan DPD Demokrat Banten. Namun, hal itu bukan berarti
Arief ogah maju dalam Pilgub nanti.
"Di penjaringan DPD
enggak. Kalau langsung DPP tidak tahu, karena itu kan keputusan sana. Jadi ada
keinginan salah satu bakal calon konon katanya Pak Arief ingin juga diajak
komunikasi, tetapi Allahu a'lam, saya belum komunikasi," katanya.
Demokrat sendiri menurut
A'eng belum menentukan siapa yang akan diusung untuk maju dalam Pilgub Banten.
Pihaknya masih menunggu keputusan DPP atas lima nama yang sudah diajukan
berdasarkan hasil penjaringan DPD Demokrat Banten.
"Belum dukung siapa,
saya hanya ditugaskan oleh ketua partai untuk berkomunikasi dengan partai lain,
termasuk komunikasi dengan para calon," ujarnya.
Lima kader yang dimaksud
yaitu tiga bakal calon gubernur Wahidin Halim, Mulyadi Jayabaya, dan Andika
Hazrumi. Sementara posisi wakil gubernur yaitu A Taufik Nuriman dan A'eng
Haerudin.
Disinggung soal koalisi
PDIP-Demokrat, menurutnya hal itu sangat strategis. "Ya itu sangat
strategis kan, kita punya dua tokoh nasional," katanya.
Ia mengatakan, keputusan
politik Demokrat setelah ada sinyal DPP Demokrat.
"Baru setelah itu
kan Ketua DPD dipanggil, diminta laporan dan perkembangannya. Kemudian akan
diputuskan siapa yang mayoritas diinginkan masyarakat. Mungkin Agustus
diputuskan, itu setelah ada kepastian pasangan calon dan koalisi,"
tuturnya.
Sementara, sumber
internal DPD PDI Perjuangan, dua calon pendamping Rano memang Jaman dan Arief.
Ia menyebut peluang Rano-Jaman lebih besar ketimbang Rano-Arief. "Ya,
Rano-Jaman itu 70 persen, Rano-Arief 30 persen," kata sumber yang enggan
disebutkan namanya.

0 komentar:
Post a Comment