![]() |
| Ilustrasi |
MERAK, (KB).- Setelah arus
mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri 1437 Hijriah, personel Dinas Perhubungan
(Dishub) Kota Cilegon tetap siaga. Menurut keterangan, pihak Dishub Kota
Cilegon akan terus menyiagakan ratusan personel hingga H+10 Lebaran di Terminal
Terpadu Merak (TTM). Tak hanya itu, sebanyak 640 bus regular dari berbagai
jurusan terutama jurusan Jakarta dan Jawa Barat.
Kepala Dishub Kota
Cilegon, Dana Sujaksani mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi
lonjakan penumpang yang datang dari Pulau Sumatera di terminal. Hal tersebut
mengingat musim angkutan Lebaran pada tahun ini bersamaan dengan musim libur
panjang tahun ajaran baru sekolah yang berlangsung hingga 18 Juli 2016
mendatang.
“Personel akan
terus kami siagakan sampai H+10 Lebaran di semua titik, terutama di terminal.
Kalau sekarang kan kami masih full team 120 orang personel, nanti akan kami
siagakan hanya 60 orang personel mulai Senin (11/7/2016),” katanya, Ahad (10/7/2016).
Ia menuturkan, meski
sudah memasuki hari kerja, arus balik penumpang di TTM diprediksi akan terus
meningkat. “Seperti yang
sudah kami prediksi sebelumnya, sampai minggu depan penumpang itu akan mengalir
terus. Hitungan puncak itu kami patokannya adalah orang mulai masuk kerja dan
masuk sekolah,” ujarnya.
Oleh sebab itu, pihaknya
menyiapkan sebanyak 640 bus dari berbagai jurusan untuk mengangkut penumpang
dari TTM hingga ke berbagai daerah di Pulau Jawa.
“Kami juga
menambah 20 armada bus Damri bantuan, khusus untuk arus balik ini saja. Cuma
sifatnya kondisional saja,” ucapnya
Pantau kesiapan TTM
Untuk memastikan keamanan
serta kenyamanan para pemudik, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdar)
Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto Iskandar melakukan pantauan ke TTM pada
Jumat (8/7/2016) lalu.
Ia mengatakan, selama
arus balik berlangsung, pihak terminal harus memberikan pelayanan prima kepada
para penumpang. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada petugas agar menjamin
keamanan pemudik.
“Jangan sampai
ada pemudik yang kecopetan, jangan ada pemudik kebingungan arah. Kalau belum
ada petunjuk arah agar di tempatkan di posisi yang strategis. Kalau ukurannya
kecil diganti dengan yang besar,” tuturnya.
Ia meminta agar para
petugas TTM tidak membuat para pemudik telantar. “Dengan situasi yang sekarang ini sudah mulai arus balik dari Lampung ke
Jakarta, pesan saya satu saja jangan sampai pemudik yang dari Lampung telantar,” katanya.

0 komentar:
Post a Comment