![]() |
| (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso. |
SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana
membangun agro industri di sekitar Panimbang, Cikesik, dan Cibaliung Kabupaten
Pandeglang, diperkirakan proyek tersebut membutuhkan luas lahan dari 10 sampai
15 ribu hektar. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso.
“Agro industri
beda dengan aneka industri seperti di wilayah Tangerang dan Serang Utara, agro
industri itu non polutan jadi butuh area luas. Ingat, industri di sini adalah
pabrik yang mengelola hasil bumi dan laut,” ujar Babar,
Selasa (12/7).
Menurut Babar,
pembangunan agro industri ini seiring dengan keinginan dari Gubernur Banten
Rano Karno. “Namun soal
investasi, regulasi tata ruangnya harus disiapkan yang sesuai dengan agro
industri. Baru berbicara menghadirkan investor, jika regulasi tata ruang nya
sudah jelas baru kita menjaring investor, peran pemerintah kabupaten sangat
berperan di persoalan ini,” ujarnya.
Babar melanjutkan,
regulasi tata ruangnya harus cepat diselesaikan, jangan menunggu jalan tol
Serang-Panimbang selesai dibangun, agar saat pembangunan tol tersebut selesai,
agro industri pun sudah berdiri. Dari sisi investasi, lanjut Babar, prospeknya
sangat besar, mengingat lokasinya masih terbuka dan akses menuju daerah
tersebut sudah ada dan dalam kondisi baik.
“Investor yang
sudah minat, di antaranya dari Cina, Italia dan Korea. Itu sudah siap masuk,
namun kita harus menunggu regulasi tata ruangnya selesai terlebih dahulu,” ungkap Babar.
Masih menurut Babar,
orientasi agro industri ini adalah ekspor hasil bumi dan laut baik yang
setengah jadi maupun jadi. Karena itu akan dibangun pabrik pengelolaan hasil
bumi dan laut di daerah tersebut. “Nanti mungkin
saja akan ada pabrik minyak untuk mengolah sawit, atau pabrik gula,” ujar Babar.

0 komentar:
Post a Comment