![]() |
| Bupati Tetapkan Darurat Bencana |
SERANG - Bupati Serang
Ratu Tatu Chasanah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk Kecamatan
Anyer. Penetapan status tanggap darurat bencana ini karena bencana banjir telah
menimpa sembilan desa di kecamatan tersebut yakni Sindang Mandi, Sindang Karya,
Tanjung Manis, Cikoneng, Bandulu, Mekarsari, Grogol Indah, Kosambi Ronyok, dan
Anyer.
Bahkan Desa Sindang Mandi
terkena longsor. Menurut Tatu, bencana banjir dan longsor berasal dari aliran
air Gunung Pabeasan yang tidak tertampung oleh Sungai Cipaseh karena
pendangkalan. Masalah pendangkalan tersebut menjadi kewenangan Balai Besar
Sungai Ciujung-Cidanau-Cidurian.
“Tentu akan
kami koordinasikan masalah ini. Ada masalah alam yang harus ditangani serius,” ujarnya, Senin (25/7/2016).
Berdasarkan data BPBD
Kabupaten Serang, rumah yang hanyut sebanyak 50 unit.
“Kami akan
tangani dengan dana tak terduga, dan dari program yang ada di dinas. Rumah yang
mengalami kerusakan juga akan kita bantu,” ujar Tatu.
Selain itu, kata Tatu,
Dinsos Kabupaten juga sudah membuka beberapa titik dapur umum untuk korban
bencana. Kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten Serang juga sudah diinstruksikan
turun dengan tim medis ke lokasi bencana banjir.
Sedangkan Dinas Pekerjaan
Umum (DPU) Kabupaten Serang, kata Tatu, sudah diinstruksikan menginventarisasi
kerusakan di lokasi banjir. Sebab, ada dua jembatan di Desa Sindang Mandi yang
putus.
Bahkan Wakil Bupati
Pandji Tirtayasa sudah turun meninjau dan membantu korban banjir secara
langsung. “Setelah tugas Ibu selesai di
Sulawesi Selatan, insya Allah akan turun langsung dan memastikan program dinas
hadir bersama masyarakat yang terkena korban bencana,” ucapnya.
Gubernur Banten Rano
Karno mengungkapkan rasa simpati yang mendalam atas musibah yang menimpa
masyarakat Banten di beberapa wilayah yang terendam banjir. Rano juga menyampaikan
bela sungkawanya terhadap warga Kampung Pangeuseupan, RT 01, RW 14, Desa
Labuan, Kabupaten Pandeglang yang meninggal dunia.
“Tentu ini
merupakan musibah yang harus segera ditanggulangi. Saya pribadi mengucapkan
bela sungkawa untuk keluarga korban,” kata Rano
Karno kepada wartawan melalui rilis yang diterima awak media, Senin
(25/7/2016).
Rano Karno telah
memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten untuk
menerjunkan anggota guna melakukan evakuasi korban bencana. Selain
memerintahkan BPBD Provinsi Banten, Rano menginstruksikan Dinas Sosial Provinsi
Banten untuk membuat dapur umum di beberapa titik lokasi yang terendam banjir.
“Sudah kami
perintahkan untuk langsung terjun ke lokasi. Kita harus cepat karena kita tidak
ingin ada korban lain akibat banjir,” tuturnya.*

0 komentar:
Post a Comment