Kilas Berita

Terjebak Banjir Lumpur di Jalur Wisata Carita, Satu Keluarga Tewas

 Banjir Bandang di Kawasan Wisata Carita
PANDEGLANG, (KB).- Bencana banjir bandang disertai lumpur melanda dua wilayah Kecamatan Labuan dan Carita, tepatnya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Ahad (24/7/2016) sekitar pukul 23.00.

Dalam bencana alam itu, empat orang yang berada di dalam mobil tewas terjebak banjir lumpur di depan Hotel Wira dan Lippo Carita.Korban meninggal dalam kejadian itu, Evi Lutfiah (41) dan dua anaknya Syarifatul Ginayah (18), M. Farli Ramadan (6), dan seorang sopirnya Ahyani alia Aceng. Korban itu merupakan kerabat mantan anggota DPRD Pandeglang, H. Wahyudin Wahab.

Informasi yang berhasil dihimpun Kabar Banten, malam hari kejadian tersebut keempat korban pulang dari Cilegon lewat jalur Carita. Sekitar pukul 22.00 dalam kondisi cuaca hujan lebat, korban dalam mobil Xenia warna putih bernomor polisi B 1892 BRH melaju bersama mobil lainnya."Sekitar pukul 23.00, saya menerima pesan lewat telefon genggam dari adik saya, Evi (korban). Isi pesan itu ditujukan ke Udin Safarudin (suami) yang kebetulan sedang bersama saya di Tangerang. Korban sempat minta doa, karena mobilnya terjebak banjir bandang di depan Wira-Lippo Carita," kata H. Wahyudin Wahab, kakak korban.

Selang beberapa jam, sekitar pukul 01.00, Wahyudin menerima kabar duka dari keluarganya di Labuan bahwa Evi bersama dua anaknya dan sopir meninggal dunia karena terjebak banjir lumpur. Malam itu juga, Wahyudin bersama suami korban mendatangi tempat kejadian perkara.

Di lokasi, mobil yang ditumpangi korban terdorong oleh banjir lumpur hingga merangsek ke arah pagar Hotel Lippo Carita. Akibat tekanan banjir bandang itu, air masuk ke celah-celah mobil korban. Diduga kondisi AC mobil tidak dimatikan.

Banjir bandang yang diperkirakan berlangsung satu jam itu mengakibatkan jalan raya Wira dan Lippo tertimbun lumpur dengan ketinggian sekitar 20-35 sentimeter. Malam kejadian itu, arus transportasi terputus. Semua kendaraan arah Carita-Anyer maupun dari arah berlawanan terpaksa berhenti, karena badan jalan Wira-Carita sepanjang hampir satu kilometer itu tertimbun lumpur.

Sementara jenazah korban sudah dievakuasi oleh petugas Polres Pandeglang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang. Hingga kemarin siang, kondisi lumpur yang menimbun sepanjang jalan raya Wira-Carita sedang dikeruk oleh alat berat.

"Rencananya korban akan dimakamkan di tempat pemakaman Makui Labuan," ujarnya.

Jalur terputus

Kepala BPBD Pandeglang, Doni Hermawan membenarkan banjir bandang disertai lumpur melanda wilayah Carita-Labuan. Berdasarkan data BPBD, desa yang terkena banjir bandang di Kecamatan Labuan antara lain Desa Kalang Anyar ketinggian air 85 cm. Desa Teluk dengan ketinggian air 120 cm, Desa Caringin ketinggian air 50 cm dan Desa Labuan ketinggian air 75 cm.

Sedangkan di Kecamatan Carita yakni Desa Pejamben ketinggian air 65 cm, Desa Banjarmasin ketinggian air 45 cm. "Banjir bandang itu diduga kiriman dari gunung. Hingga saat ini kondisi jalan raya Wira-Carita masih dibersihkan karena badan jalan tertimbun lumpur," ucapnya.

Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan mengatakan, banjir bandang disertai lumpur berasal dari kiriman banjir gunung. Seorang petugas lifeguard , Ade Ervin mengatakan, musibah banjir bandang ini terjadi tengah malam. Saat kejadian, warga sedang tertidur lelap, namun di sepanjang jalan raya Wira-Carita hanya beberapa kendaraan lalu lalang.


"Kejadiannya memang berlangsung sangat cepat, namun suara gemuruh sempat terdengar. Suara itu diduga banjir disertai lumpur yang datang dari arah pegunungan," tuturnya.   
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Terjebak Banjir Lumpur di Jalur Wisata Carita, Satu Keluarga Tewas Rating: 5 Reviewed By: Unknown