![]() |
| Ribuan Mobil Antre Uji Laik Jalan |
TANGSEL - Mendekati
Lebaran, Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Komunikasi
dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel di Serpong diserbu kendaraan roda
empat. Setiap harinya sekitar 180 unit mobil mengikuti uji kelaikan jalan atau
KIR.
“Jelang
Lebaran, terjadi lonjakan permintaan KIR kendaraan hingga mencapai 30 persen
dari hari biasa,” ungkap
Muhammad Syaiful, kepala Seksi Teknik dan Sarana Dishubkominfo Kota Tangsel.
Per hari jumlah kendaraan
berupa angkutan umum dan kendaraan pribadi yang diuji mencapai 150 sampai 180
unit. Kondisi ini meningkat dibandingkan hari biasanya sebelum Ramadan yakni,
80 hingga 100 unit per hari.
“Dari 150
hingga 180 kendaraan yakni terdiri dari pick up, angkot, bus antar kota dan
pariwisata,” jelasnya
Syaiful panggilan akrab Muhammad Syaiful.
Syaiful menjelaskan uji
KIR hanya berlaku selama enam bulan. Pemilik kendaraan wajib memeriksakan
kendaraannya secara berkala. Bagi kendaraan lulus uji KIR, seperti pemeriksaan
rem, kopling, ban, dan kelengkapan lainnya akan diberi tanda khusus.
uji KIR bertujuan untuk
kelaikan jalan kendaraan. Selain itu mengurangi resiko terjadinya kecelakaan
lalu lintas, terlebih saat dipakai untuk mudik lebaran. “Uji KIR ini juga sebagai salah satu upaya
meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas. Mari kita selalu waspada dengan
rutin uji KIR kendaraan,” ajaknya.
Sedangkan untuk biaya KIR
sebesar Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kendaraan. “Dan itu pun akan dilakukan pengecekan cek
administrasi, surat-surat kepemilikan, nomor rangka, lampu, visual, dan
sebagainya,” ungkapnya.
Hingga awal Juni ini pendapatan
dari sektor KIR mencapai Rp 818 juta dari target setahunnya sebesar Rp 1,47
Miliar. Jumlah ini diprediksi terus meningkat hingga H-5 Lebaran.
Salah seorang penguji
KIR, Ahmad K (26) mengatakan dari seratus kendaraan, ada delapan mobil yang
dinyatakan tidak lolos atau tidak layak KIR. “Bagi kendaraan yang tidak lolos telah rekomendasikan pemilik kendaraan
segera melengkapi kembali dan menguji kembali KIR kendaraannya,” terangnya.
Salah satu pemilik
kendaraan yakni, Tono menerangkan dia sengaja menguji KIR mobil pick up
miliknya karena akan dipakai membawa barang-barang pemudik. “Kita bawa barang seperti oleh-oleh, pakaian dan
barang pemudik lainnya untuk dibawa ke Solo. Makanya saya uji KIR biar
kendaraan aman digunakan,” paparnya.
Sementara, untuk pengecekan
kendaraan angkutan mudik seperti bus, Dishubkominfo Kota Tangsel berencana
melakukannya pada 29 Juni mendatang. Dishubkominfo menggandeng Badan Narkotika
Nasional (BNN) untuk mengecek kondisi sopir angkutan Lebaran. Nantinya para
sopir itu akan dites urine. Selain itu kendaraan mudik itu juga akan diuji
kelaikannya.
Petugas BNN dan
Dishubkominfo berencana mendatangi sejumlah pool bus seperti PO Harapan Jaya,
Jalan Dewi Sartika Ciputat, PO Rosalia Indah, Jalan Dewi Sartika, Ciputat, PO
Kramat Djati, Jalan M Toha Pamulang, Primajasa di Jalan RE Martadinata,
Ciputat, dan Terminal Pondok Cabe.

0 komentar:
Post a Comment