![]() |
| ILustrasi |
SERANG – Hasil survei sementara yang dilakukan Lembaga
Survei Indobarometer menunjukkan kandidat Rano Karno mendapat posisi paling
tinggi diantara nama-nama kandidat yang muncul dalam bursa Pilgub 2017. Survei
tersbut dilakukan terhadap 800 orang di semua wilayah Banten pada 7-12 April
2016 dengan motode survei multi random sampling, dengan margin error 0,2
persen.
Melalui simulasi
pertanyaan tertutup dengan delapan kandidat menunjukkan hasil Rano Karno
mendapat 34,5 persen, Wahidin Halim mendapat 18,9 persen, Andika Hazrumy 4,4
persen, Dimyati Natakusumah mendapat 3,5 persen, Mulyadi Jayabaya mendapat 1,4
persen, Tantowi Yahya mendapat 1,3 persen, Taufiqurachman Ruki sebesar 0,6 persen,
Anton Apriantono sebanyak 0,1 persen.
Semantara itu yang
menyatakan rahasia dan belum menentukan pendapat sebanyak 35,4 persen.Sementra
untuk simulasi empat nama kandidat menggunakan pertanyaan tertutup menunjukkan
Rano Karno memperoleh kepercayaan publik sebanyak 38,0 persen, Wahidin Halim
mendapat dukungan sebanyak 20,3 persen, Andika Hazrumy sebanyak 5,9 persen, dan
Dimyati Natakusumah sebanyak 3,6 persen.
Sisanya sebanyak 32,2
persen belum menentukan pendapat.Hal tersebut dipresentasikan oleh Hadi Suprapto
Rusli peneliti dari Indobarometer dalam acara Meneropong Banten 2017-2022,
Agenda Publik dan Politik di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (1/6/2016).
“Lawan terbesar
Rano Karno adalah Wahidin Halim. Orang
yang tidak puas dengan pemerintahan Rano akan beralih ke Wahidin Halim,” kata Hadi. .Ibnu Hamad, Pengajar Komunikasi
Politik UI mengatakan masyarakat tidak mesti mengimani survei sepenuhnya.
“Jangan terlalu
promotif, ini hanya 800 orang bukan hasil survei, ini ada aspek propaganda. Di
survei ini Bang Doel hebat tapi survei ini sudah lewat sebulan. Siapa yang
punya uang lakukan survei lagi,” kata Ibnu
Hamad.
Menurut Hamad, dinamika
politik masih berlangsung hingga menjelang Pilgub 2017. “Pendaftaran balon karena calon itu sudah
benar-benar daftar. Resminya baru September 2016 ada waktu 3 bulan, bisa 1-2
kali survei lagi, bisa menarik untuk dilakukan,” kata Hamid.

0 komentar:
Post a Comment