![]() |
| Gula Putih, Mahal! |
TANGERANG – Kenaikan harga kebutuhan pokok jelang puasa
Ramadan mulai terasa. Salah satunya, harga komoditas gula.Salah seorang
pedagang di kawasan Karang Tengah, Maisaroh, mengaku sebelumnya dirinya membeli
gula merk GMP satu karung seharga Rp 520 ribu, tetapi kali ini harganya sudah
mencapai Rp 817 ribu. “Saya beli
karungan buat dikemas lagi untuk diecer,” ujar Maisaroh
kepada wartawan kemarin.
Sebelumnya, harga
kebutuhan lain juga lebih dahulu naik seperti telur dan minyak goreng. Akibat
kenaikan harga ini, kini dia kebingungan hendak menjual barang dagangannya
dengan harga berapa. Sebab, selain mencari kualitas yang bagus, pembeli juga
biasanya mencari harga yang paling murah.
Ia juga menceritakan,
mendekati Ramadan dan hari raya Idul Fitri harga kebutuhan memang selalu naik.
Harga baru akan turun lagi usai hari raya. Kenaikan harga gula ini juga
berimbas para pedagang yang menggunakan gula sebagai bahan dasar. Salah satunya
adalah pedagang es kelapa.
Seperti yang diceritakan
Mardani pedagang es kelapa di Ciledug yang tengah risau karena kenaikan harga
gula.Sebab ia membutuhkan gula sebagai pemanis minuman yang dijualnya. “Jika saya naikkan harga es kelapa per gelas, yang
ada tidak ada yang mau membeli. Mereka lebih cenderung membeli dalam bentuk
buah yang masih bulat,” ujarnya.
Sementara Kepala Bidang
Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)
Kota Tangerang Achamd Suhaely menjelaskan, sejumlah harga komponen kebutuhan
pokok memang mengalami kenaikan, tetapi kenaikan itu masih tergolong wajar.“Kenaikan lebih disebabkan karena banyaknya
permintaan, tetapi untuk ketersediaan tidak ada masalah,” kata Suhaely kepada wartawan.
Suhaely menambahkan, bila
terjadi kekurangan, khususnya pada bulan Ramadan mendatang, pihaknya juga sudah
menyiapkan opsi menggelar operasi pasar (OP).“Kita sudah jalin komunikasi dengan Bulog, apabila memang dirasa perlu ada
OP, maka kita sudah siap,”
terangnya.Selain itu, untuk mengetahui keamanan bahan makanan yang beredar,
sidak ke pasar pun akan dilakukan.
“Nanti kita
gandeng BPOM, Satpol PP dan Dinkes. Untuk waktunya tidak bisa kita umumkan,
sebab kalau diumumkan sudah tidak sidak lagi namanya,” pungkas mantan Lurah Cimone, Kecamatan Karawaci
tersebut.

0 komentar:
Post a Comment