![]() |
| Petugas Amankan Ribuan Tahu Berformalin |
CILEGON – Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian
Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Kesehatan (Dinkes) serta
Polres Cilegon berhasil mengamankan ribuan tahu berformalin dari dua truk
pengangkut yang hendak didistribusikan ke Pasar Kranggot, Kota Cilegon.
Berdasarkan informasi
yang berhasil dihimpun, pengerebekan yang dilakukan petugas gabungan dimulai
pada pukul 22.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB, Sabtu (18/6). Sejumlah truk
pengangkut tahu langsung diperiksa satu persatu oleh petugas.
Dua truk pengangkut tahu
di antaranya langsung diamankan beserta isi bahan tahu di dalam muatan. Dari
hasil yang didapat, dua penyuplai tahu yang mendistribusikan tahu berformalin
diketahui berasal dari PT Bintang Terang dan Kopti, Lingkungan Pejaten,
Kabupaten Serang.
Kepala Bidang Perdagangan
dan Pembinaan Pasar pada Disperindagkop Cilegon Muhammad Satiri mengatakan,
ribuan tahu yang didistribusikan ke Pasar Kranggot dalam penggrebekan yang dilakukan
mengandung bahan berbahaya jenis formalin.
“Dari hasil
penelitian sidak di pasar ada tahu dari Tangerang dan Kopti. Tahu dari
perusahaan Bintang Terang, Tangerang sebanyak 20 boks dan dari Kopti, Pejaten
Kabupaten Serang sebanyak 27 boks. Jumlahnya mencapai ribuan tahu yang
mengandung bahan berformalin,” ujarnya.
Tahu berformalin yang
disita itu, tidak jauh berbeda dengan kondisi penggrebekan yang dilakukan
pihaknya pada 2014 lalu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dinkes Cilegon,
tahu dari dua perusahaan yang mengandung formalin terdapat pada beberapa jenis
antara lain tahu besar, tahu putih dan tahu goreng.
“Penangkapan
tahu berformalin ini yang kedua kali, pertama 2014 lalu dan sekarang 2016 ini,
tahun lalu tidak ditemukan. Kebanyakan masih sama, tahu yang ditangkap ini
jenisnya ada tahu besar, tahu goreng dan tahu putih,” tandasnya.
Penyitaan terhadap ribuan
tahu itu, kata Satiri, akan ditindaklanjuti oleh pihaknya. Selain mengamankan
dan akan memusnahkan tahu-tahu itu, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan
terhadap sejumlah pihak guna mengungkap siapa yang berada di balik jaringan
pendistribusian tahu berformalin itu.
“Pelakunya kami
berikan peringatan. Kita bicara dengan aparat penegak hukum bagaimana nanti
penegakkan hukumnya,” terangnya.
Di tempat yang sama,
pemilik pabrik tahu yang dikelola Kopti, Kejaten, Kabupaten Serang, Arisno (59)
membantah bila pihaknya mencampur bahan formalin pada tahu yang diproduksinya.
Arisno mengklaim bahwa bahan kimia yang dia sebut bio fresh bukan merupakan
bahan berjenis formalin dan dinilai sebagai bahan yang membuat tahu itu tidak
masam dan lebih awet.
“Saya belum
lama produksi tahu ini. Baru dua tahun. Saya nggak pakai formalin, cuman pakai
bio fresh saja supaya rasanya ngga asem,” tuturnya.
Sementara itu, Kanit
Binmas Polsek Cilegon, Ipda Abdurahman menjelaskan, hasil penggerebekan
tahu-tahu berformalin itu nantinya akan dilimpahkan kepada Dinkes Cilegon untuk
disita. Begitu pula, proses hukum yang dilakukan akan juga diserahkan
sepenuhnya ke Dinkes Cilegon.
“Kita dari
polsek hanya mendampingi saja. untuk selanjutnya, tahu yang terbukti yang ada
formalinnya di dua truk itu akan diserahkan ke Dinkes untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

0 komentar:
Post a Comment