![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG - Ini kabar
baik bagi guru-guru ngaji di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Tangerang akan membagikan bantuan sosial (bansos) kepada mereka usai Lebaran
nanti. Hal itu dikatakan Kepala Seksie Keagamaan pada Dinas Sosial Kabupaten
Tangerang, Abu Ani kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini.
“Sebagai wujud
kepedulian terhadap guru ngaji, pada tahun 2016 ini Pemkab Tangerang menganggarkan
bantuan sosial untuk guru-guru ngaji sebesar Rp 4,1 miliar. Bantuan itu akan
disalurkan usai Hari Raya Idul Fitri mendatang,” ungkap Abu, menerangkan.
Menurutnya program
tersebut sudah berjalan dalam setiap tahunnya. Namun pada tahun 2016 ini terdapat
hambatan dalam penyaluran bansos dan hibah karena terbentur peraturan.
“Walaupun
mengalami hambatan, namun program bansos itu harus segera direalisasikan sesuai
intruksi Bupati. Dalam waktu dekat bantuan guru ngaji akan di cairkan kepada
kepada 3.480 guru ngaji yang tersebar di 29 kecamatan,” katanya.
“Sebetulnya
masih ada dua kecamatan yang belum melengkapi persyaratan-persyaratan pencairan
untuk guru ngaji, yaitu Kecamatan Panongan dan Kecamatan Jambe,” imbu Abu.
Ditambahkannya, Badan
Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang tidak akan
mencairkan angagran bantuan untuk guru ngaji jika ada Kecamatan yang belum
melengkapi berkas.
“Rencananya
jika sudah terkumpul semua, BPKAD akan segera mencairkan kepada Bank Jabar
Banten (BJB) dan dari BJB akan segera di transfer ke rekening masing-masing
guru ngaji. Insya Allah habis lebaran bantuan bisa diterima mereka,” ujarnya.
Selain bantan untuk guru
ngaji, Pemkab juga memberikan bantuan untuk pembangunan mesjid dalam program
tarawih keliling (Tarling). Alokasi angagran untuk program sebesar Rp 435 juta
yang akan dibagikan ke-29 mesjid di Kabupaten Tangerang.
“Dari satu
kecamatan akan dipilih satu mesjid, dengan bantuan masing-masing sebesar Rp 15
juta,” katany

0 komentar:
Post a Comment