![]() |
| Penukaran Uang receh Mulai 20-23 Juni |
SERANG – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten
akan segera membuka layanan penukaran uang receh kepada masyarakat. Rencananya,
kegiatan yang diselenggarakan tiap tahun di bulan Ramadan ini mulai dibuka pada
20 hingga 23 Juni.
Kepala Perwakilan BI
Banten Budiharto Setyawan menjelaskan, biasanya penukaran uang receh
dilaksanakan di kantor BI namun kali ini akan digelar di Alun-alun Barat Kota
Serang, sebab uang receh tersebut telah dititipkan di Kas Titipan BI yang
dikelola Kantor Cabang Khusus (KCK) PT Bank BJB Serang. Kami telah melakukan
berbagai persiapan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai periode Ramadan dan Idul
Fitri 1437 H, termasuk di KCK BJB Serang, baik dari segi jumlah maupun pecahan
yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan cara mengoptimalkan distribusi dan
persediaan uang tunai. Secara nominal, totalnya sekitar Rp 55 miliar yang
diperuntukan memenuhi kebutuhan penarikan menjelang Lebaran tahun 2016 ini,” ungkap Budi, Rabu (15/6).
Kata dia, penukaran uang
receh tersebut, dilakukan secara serempak bersama perbankan lainnya seperti
BCA, BNI, BRI, Mandiri, Bank Muamalat. “Silahkan catat
jadwal dan tempatnya. Adapun pelayanan penukaran uang kepada masyarakat
diberikan maksimal Rp 3,7 juta, yang terdiri dari 1 pak pecahan Rp 20 ribu, 1
pak pecahan Rp 10 ribu, 1 pak pecahan Rp 5 ribu dan 1 pak pecahan Rp 2 ribu,” paparnya.
Untuk waktu penukaran,
dimulai pukul 09.00 WIB dan akan berakhir bilamana kartu antrian telah mencapai
maksimal 200 orang penukar atau waktu telah menunjukkan pukul 12.00 WIB. “Untuk mensosialisasikan hal ini, kami juga telah
menyebarkan pamphlet,” ujar dia.
Selain dapat melakukan
penukaran uang di Alun-alun Kota Serang, lanjutnya, masyarakat juga dapat melakukan
penukaran di KCK PT Bank BJB Serang dan perbankan tanpa dipungut biaya apapun.
“Dengan adanya
layanan penukaran uang oleh Kas Titipan Bank Indonesia dan perbankan,
masyarakat diimbau agar tidak melakukan penukaran uang melalui calo maupun
perantara lainnya, mengingat terdapat risiko atas kegiatan tersebut, seperti
tidak adanya jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar, kemungkinan menerima
uang palsu maupun adanya pungutan biaya,” tutur Budi.
Dijelaskan Budi, selain
kegiatan tersebut, pihaknya juga bekerjasama dengan berbagai pihak seperti
Pemda, Perbankan, BMPD, Bulog, Instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan
Perdagangan, TPID Provinsi dan TPID Kota/Kabupaten, Kepolisian dan stakeholder
lainnya untuk menstabilkan harga dalam rangka pengendalian inflasi.
“Upaya yang
telah dilakukan selama ini antara lain operasi pasar, pasar murah atau bazar
murah, pembagian bahan pokok secara gratis. Namun mulai tahun ini bekerja sama
dengan TPID Provinsi maupun TPID Kota/Kabupaten. Serta Bulog melakukan penjualan
kebutuhan pokok di bawah harga pasar melalui ‘Warung TPID’,” katanya.
Launching kegiatan warung
TPID, sambungnya, telah dilakukan pada 22 Mei 2016 di Alun-Alun Kota Serang
yang dibuka oleh Asda II Provinsi Banten dan Asda II Kota Serang. Kegiatan warung
TPID ini akan terus dilakukan baik di bulan Ramadhan maupun bulan lainnya.

0 komentar:
Post a Comment