![]() |
| Ilustrasi |
SERANG – Sebagai provinsi yang dikenal sebagai gudang kiai
dan santri, para ulama ingin agar pemimpin di Banten fasih mengaji. Bahkan,
para ulama ingin para calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub)
dites mengaji.
Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kota Serang KH Mahmudi mengatakan, dalam berbagai pertemuan
dengan ulama, keinginan memiliki pemimpin yang fasih membaca Alquran itu
disampaikan. “Minimal fasih
membaca Alquran. Lama-lama hafal. Kan tidak hanya UUD 1945 yang dihafal, tapi
Alquran juga,” ujar Mahmudi
usai sosialisasi yang diselenggarakan KPU Banten dan KPU Kota Serang di Pondok
Pesantren Al Mubarok, Jumat (19/8).
Mahmudi mengatakan,
wacana tes mengaji bagi cagub dan cawagub itu sering dilontarkan secara lisan
kepada penyelenggara pemilu. Namun, secara resmi keinginan itu belum
disampaikan. Ia pun berharap agar keinginan tersebut dapat direspons.
Pada kesempatan itu, ia
juga mengimbau umat Islam agar tidak golput. “MUI juga melarang umat Islam golput,” tegasnya.
Kata dia, sebagai umat
Islam dan warga negara yang baik maka harus memilih pemimpin sebagai upaya
perbaikan. Apabila pemimpin itu tidak amanah, hal itu menjadi tanggung
jawabnya.
Anggota KPU Banten Enan
Nadia mengatakan, pihaknya hanya melaksanakan undang-undang dan peraturan yang
sudah dibuat. Terkait keinginan ulama untuk tes mengaji, ia mengatakan, belum
ada aturan seperti itu. “Itu hanya
untuk daerah istimewa saja seperti Aceh. Hal itu sesuai PKPU Nomor 6 Tahun
2016,” terangnya.
Dengan melakukan
sosialisasi kepada ulama dan tokoh masyarakat, ia berharap dapat diinformasikan
kembali kepada masyarakat, baik itu melalui ceramah atau kegiatan lainnya. Selain
melakukan sosialisasi dengan ulama dan tokoh masyarakat, Enan mengatakan,
pihaknya juga melakukan sosialisasi ke perguruan tinggi dan sekolah.
Ia berharap, dengan
adanya sosialisasi maka target partisipasi sebesar 77,5 persen sesuai target
nasional dapat tercapai.

0 komentar:
Post a Comment