Kilas Berita

Teliti Perhutanan Sosial, Kementerian LHK Kunjungi Cidanau

 Menteri LHK Siti Nurbaya
SERANG, (KB).- Pemerintah Indonesia menargetkan areal pengelolaan hutan oleh masyarakat melalui program perhutanan sosial seluas 12,7 juta hektare dengan skema Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat dan Kemitraan Kehutanan.

Target perhutanan sosial ini merupakan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019 dan mendukung Nawacita. Hal itu dikatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar saat mengunjungi Cidanau, Mancak, Kabupaten Serang, Kamis (4/8/2016).

Kedatangan kami ke sini untuk meneliti perhutanan sosial yang menjadi contoh, karena ada 26 titik. Kami ingin melihat aspek-aspek tersebut di tingkat petani atau kelompok tani hutan, sesuai dengan nawacita, karena Presiden Jokowi mencanangkan hutan bagi kesejahteraan rakyat, katanya.

Menurut dia, program perhutanan sosial mempunyai arti masyarakat yang ada di hutan sekitar 32-34 ribu desa di dalam dan di dekat hutan harus ditata dengan baik. Jangan lagi masyarakat tidak aman yang berada di tempatnya. Untuk itu, perlu dicari pola dan model yang tepat untuk menjaga prinsip lingkungan, perlindungan dan kelestarian lingkungan, tapi masyarakat juga bisa hidup di situ.

Di tiap-tiap jenis hutan kawasan negara memang mempunyai syarat yang berbeda-beda sesuai dengan namanya. Ada hutan lindung, konservasi, tetapi semua itu ada masyarakatnya, sedikit atau banyak sehingga perlu ditata dengan baik, ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila hutan tersebut sudah menjadi permukiman, fasilitas umum seperti bandara atau perumahan, hal itu diatur bisa keluar dari kawasan hutan statusnya. Akan tetapi, di jantung-jantung kawasan cagar alam di tempat lain seperti Sumbar, Lampung di situ ada masyarakatnya dengan bermacam-macam bisnis.
Disinggung mengenai banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Serang, Siti mengatakan memang penyebabnya ada pembalakan. Karena berdasarkan sejarah di beberapa daerah pengakuannya seperti itu dan butuh waktu untuk menyadarkannya.

Kalau dipelajari berdasarkan sejarah, dari beberapa daerah, memang terjadi pembalakan, ucapnya.

Sementara itu Sekjen Forum Komunikasi DAS Cidanau, NP Rahadian mengatakan, kedatangan Menteri LHK di Cagar Alam Rawa Danau ini ingin mengetahui lebih dalam terkait pengelolaan jasa lingkungan atas air. Karena di Rawa Danau pengelolaan jasa lingkungan atas air ini paling maju di Indonesia.


"Kami sudah sejak 2005, yang dimaksud jasa lingkungan atas air ini adalah pengguna air membayar kepada produsen air yaitu petani berdasarkan kontrak. Pengguna air ini adalah perusahaan seperti Kraktau Tirta Industri dan Asahimas. Di mana dalam pembayarannya melalui mekanisme transfer," katanya
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Teliti Perhutanan Sosial, Kementerian LHK Kunjungi Cidanau Rating: 5 Reviewed By: Unknown