Kilas Berita

Siapa Cawagub Rano?

 Ilustrasi
SERANG, (KB).- Meski telah memanggil sejumlah tokoh dari kalangan politisi hingga akademisi dan birokrat, namun siapa calon wakil gubernur (cawagub) di kantong Rano Karno yang akan diumumkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, masih menjadi teka-teki.

Sejumlah kalangan berharap Rano tidak salah memilih pendamping dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017. Sebab, kesalahan memilih calon wakil gubernur bukan hanya memengaruhi pemerintahan, namun juga nasib masyarakat Banten ke depan.

Menurut mantan Sekda Banten, Ayip Muflich, Banten butuh figur pekerja keras yang bersikap tegas dan berani menegakkan aturan. Sebab, kata dia, akar permasalahan yang dihadapi Provinsi Banten adalah leadership atau kepemimpinan. Meski tidak menyebut nama, namun Ayip mendorong sosok birokrat bisa tampil.

Dari dulu, birokrat kita bagus-bagus. Mereka yang sudah pensiun maupun yang sekarang sedang menjabat, Pak Ranta itu dulu kan staf saya. Saya tahu, mereka bagus-bagus. Cuma permasalahannya kita kan bukan di situ (birokarsi), tapi leadership, kata Ayip Muflich, Kamis (4/8/2016).

Selain itu, kata dia, Banten juga tidak kekurangan sumber daya alam (SDA), sehingga sangat mampu untuk bisa mandiri dan sejajar dengan daerah maju di Indonesia. Akan tetapi, kekayaan itu tidak dikelola dengan baik karena leadership sangat lemah.

Dalam pandangan Dosen Politik Universitas Muhamidyah Tangerang (UMT), Agus Sutisna, Rano memang harus hati-hati memilih cawagub karena posisi pemerintahannya saat ini dalam masa transisi. Dengan situasi itu, menurut dia, Rano tidak hanya memikirkan kemenangan. Akan tetapi, juga harus memikirkan stabilitas pemerintahannya ke depan.

Ukurannya tidak sekadar menang, namun kenyamanan pemerintahan. Jika melihat itu, lalu dikaitkan dengan figur yang diundang Rano ke rumah dinas, saya melihat pilihan Rano ada dalam diri dua figur yakni Pak Ranta dan Pak Taufik Nuriman. Artinya, resistensi konflik interest dua figur ini rendah, ucapnya.

Akan tetapi, dia mengakui dari dua tokoh itu ada plus minus yang harus dipertimbangkan pemeran Si Doel Anak Sekolahan itu. Soal kinerja dan penguasaan pemerintahan, jelas Pak Ranta. Tapi soal basis massa, mungkin agak Pak Taufik. Namun yang juga harus menjadi catatan, Rano adalah petahana dan bakal calon gubernur yang memiliki elektabilitas paling tinggi, ujarnya.

Sementara itu, mantan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Banten, Daenulhay mengatakan, untuk membenahi Banten butuh orang yang bisa bekerja dan bukan orang yang bergigi. Kalau orang yang bergigi, nantinya nyakitin rakyat. Kalau orang yang bekerja, pasti tujuannya menyejahterakan rakyat. Jadi menurut saya, sosok yang dibutuhkan adalah orang yang bisa bekerja dan tidak ambisi mengejar posisi, kata Daenulhay.

Meski enggan menyebut nama dan latar belakang sosok yang dia maksud, namun dia menyebut pembangunan infrastruktur saat ini jauh lebih cepat dari sebelum-sebelumnya. Silakan saja masyarakat melihat dan menilai ada nggak sosok itu. Sekarang saya lihat pembangunan infrastruktur cukup cepat, tutur Daenulhay.

Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP Banten Eri Suheri mengatakan, sinyalemen Rano yang menginginkan sosok cawagub dari birokrat, menurut Eri itu sah-sah saja. Namun, menurutnya bukan berarti sosok di luar birokrat tak mengerti ilmu pemerintahan.

"Ya itu kan RK (Rano Karno) sendiri yang menginginkan. Kalau pandangan kami, semua paham soal ilmu pemerintahan walaupun bukan pejabat atau ASN. Saya kira yang daftar itu paham, kan ada mantan kepala daerah, paham lah," tuturnya.

Menurutnya, terpenting kinerja Rano dan wakilnya nanti bisa lebih baik dalam menjalankan pemerintahan.

"Ya kita maunya lebih pada kinerja Rano ke depan lebih baik. Tentunya mencari pasangan yang pas," katanya.

Menurutnya, pemilihan cawagub tak hanya melihat aspek kecocokan, tetapi juga beberapa hal terutama soal peluang menang.

"Ada yang sosoknya bagus, tapi raihan suaranya bagaimana? Harus dilihat juga, jadi pertimbangkan. Siapa pun akan mengarah ke sana, dititikberatkan pada peluang menangnya. Kalau keinginan sih semua ingin juga yang sreg. Namun, lihat juga potensi suaranya seperti apa," ujarnya.

Ia menuturkan, keputusan final soal pendamping Rano memang sepenuhnya menjadi kewenangan pusat. Namun, DPD dan Rano diberi ruang untuk memberi masukan karena yang bersentuhan langsung dengan daerah.

"DPD diberi ruang untuk beri masukan di antaranya hasil survei itu. Kemudian masukan dari RK seperti apa keinginannya, situasi yang berkembang seperti apa, ke depan akan seperti apa," ujarnya.

Rano saat dimintai komentar tentang sosok cawagub yang diinginkannya selalu menyebut dari sisi kriteria. Misalnya, sosok yang tipikal pekerja keras dan paham pemerintahan. Teka-teki siapa cawagub Rano akan terjawab saat Megawati Soekarno Putri memutuskan.

Mantan sekda kumpul
Sementara itu, sejumlah mantan Sekretaris daerah (Sekda) Banten dan para pensiunan pejabat Eselon II Pemprov Banten berkumpul dalam acara halal bihalal para pensiunan pegawai Pemerintah Provinsi Banten, Kamis (4/8/2016). Acara itu menghadirkan mantan Wakil Gubernur Banten, HM. Masduki dan Sekda Banten, Ranta Soeharta.

Berdasarkan pantauan, para mantan Sekda Banten yang hadir antara lain Ayip Muflich, Chaeron Muchsin, dan Hilman Nitiamidjaja. Sedangkan para mantan pejabat yang hadir, antara lain Hidayat Djohari, Egy Djanuaswati, Acid Syamsuri, serta pensiunan pejabat dan pegawai Pemprov Banten lainnya.

Selain itu, hadir juga pejabat yang aktif seperti Kepala Dishutbun Banten Maesaroh Mawardi, dan Kepala BKD Samsir.

Sekda Banten di era Gubernur Ratu Atut Chosiyah, Hilman Nitiamidjaja mengatakan, acara itu merupakan agenda rutin tahunan untuk menjaga tali silaturahim di antara para pensiunan pegawai Pemprov Banten. "Meski sudah bebas tugas, tapi kami para pensiunan masih menjaga silaturahim, termasuk dengan Pak Ranta," kata Hilman.

Hal hampir senada dikatakan mantan sekda di era Gubernur Djoko Munandar (alm), Ayip Muflich. Pertemuan itu, kata dia, silaturahim para alumni pejabat Pemprov Banten yang biasa dilakukan pascalebaran. Meski memiliki kesibukan masing-masing, kata dia, komunikasi masih berjalan dengan baik.

"Mulai dari tukar pikiran, sharing, masih terjaga. Termasuk dengan Pak Ranta, kami menjaga komunikasi. Tugas beliau tentu tidak mudah, dan kita semua wajib membantu dalam pemikiran, sharing atau tukar pendapat. Demi kemajuan Banten loh ya, bukan kepentingan untuk cawe-cawe," ucapnya.


Sementara itu, Sekda Banten, Ranta Soeharta mengatakan, kehadirannya memenuhi undangan para kerabat dan seniornya. "Jangan berpikir ke mana-mana. Mereka itu senior-senior saya, guru-guru saya. Hubungan kami baik, masih komunikasi meski kesibukannya sudah beda-beda," tutur Ranta.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Siapa Cawagub Rano? Rating: 5 Reviewed By: Unknown