![]() |
| Ilustrasi |
SERANG, (KB).- Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Serang menenerima hibah sebesar Rp 10,32 miliar dari
Pemerintah Australia untuk pembangunan sambungan air limbah dalam program
sanitasi di 2.580 rumah.
Dana tersebut diberikan, karena Kabupaten Serang
merupakan salah satu kabupaten yang memiliki komitmen untuk membangun sanitasi.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah juga mendapatkan
penghargaan sebagai Ibu Sanitasi.
Bupati Serang, Ratu Tatu
Chasanah mengatakan, hingga saat ini baru 278 rumah yang berhasil diselesaikan
dari total 2.580 rumah. Berdasarkan jadwal pembangunan, Pemkab Serang
menargetkan pada Juni 2017 anggaran dari dana hibah tersebut bisa terserap
seluruhnya dalam menyelesaikan pembangunan sanitasi tersebut.
"Hibah yang akan
didapatkan oleh Kabupaten Serang itu dari Pemerintah Australia melalui
Kementerian PU Rp 10,32 miliar. Caranya kan kami membangun dulu dari APBD,
kemudian yang telah selesai baru mereka reimburse atau diberikan
penggantian," ujarnya, ditemui seusai acara, di salah satu hotel di Kota Serang,
Kamis (11/8/2016).
Tatu menuturkan, untuk
saat ini terdapat enam kecamatan yang mendapatkan bantuan tersebut, yakni
Baros, Padarincang, Ciruas, Kragilan, Kibin, dan Cikande. Pemilihan kecamatan
tersebut didasarkan pada data DTRBP yang menyatakan, bahwa daerah tersebut
merupakan daerah yang padat penduduk dan sanitasinya membutuhkan lebih banyak
sanitasi di sekitar desanya.
"Ini daerah padat
penduduk dan untuk sanitasinya juga tinggi di sana, jadi kami dahulukan,"
ucapnya.
Ia mengatakan, pada 2019
merupakan target nasional untuk menyelesaikan sanitasi. Dia berharap, Kabupaten
Serang bisa ikut menyelesaikan target nasional tersebut. Langkah-langkah telah
dibuat untuk mendukung upaya tersebut.
Selain itu, peran serta
masyarakat diharapkan dapat membantu penyelesaian pembangunan sanitasi tersebut
hingga 100 persen. Sebab, potensi terbesar untuk menyelesaikan ada di
masyarakat. Sehingga, pembangunan tidak seluruhnya dari pemerintah, jika untuk
keluarga yang mampu sifatnya berupa bantuan dan tidak penuh.
Hingga saat ini, baru 60
persen masyarakat Kabupaten Serang yang bisa menikmati program sanitasi
tersebut. "Jadi, untuk masyarakat yang agak mampu sifatnya bantuan dan
tidak full, jadi sebagian dari masyarakat dan sebagian dari kami. Karena, kalau
semuanya mengandalkan pemerintah, kami mempunyai keterbatasan anggaran,"
tuturnya.
Kepala CPMU Hibah Air
Minum dan Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Chandra
Situmorang menuturkan, hibah sanitasi tersebut diberikan kepada 42
kabupaten/kota se-Indonesia. Hibah tersebut diberikan berdasarkan kriteria
tertentu, yakni kabupaten/kota tersebut sudah memiliki strategi sanitasi kota,
memiliki daerah rawan sanitasi dan juga memiliki komitmen untuk
menginvestasikan dananya melalui APBD.
"Kabupaten Serang
merupakan salah satu kabupaten yang bisa menunjukkan progresnya lebih cepat,
sehingga bisa mendapatkan proses pencairan pada tahap yang pertama. Mereka juga
memiliki komitmen untuk membangun sanitasi. Mereka menyampaikan minatnya untuk
mengikuti program ini," katanya.
Chandra mengatakan,
pihaknya sangat mengapresiasi Kabupaten Serang, sebab daerah tersebut bukan
hanya didukung dari hibah Pemerintah Australia, namun juga dari APBN.
Pemerintah Australia telah mengomitmenkan untuk mendukung pembangunan akses air
minum di kecamatan yang berpenghasilan rendah.
Selain itu, pihaknya
mendukung pembangunan tersebut hingga 2019, sebab pihaknya menargetkan pada
2019 bisa 100 persen akses air minum, nol persen kumuh, dan 100 persen
sanitasi.
"Untuk pengawasan
kami menugaskan konsultan juga dari pusat dengan bantuan dari Pemerintah
Australia untuk dana hibah ini. Kami punya konsultan yang melakukan
pengendalian, monitoring, dan evaluasi, bahkan evaluasi kami ini by name by
adress, sehingga dicek apakah sudah terlayani dengan baik atau belum,"
tuturnya.

0 komentar:
Post a Comment