![]() |
| Ilustrasi |
LEBAK - Kabupaten Lebak,
Banten masih kekurangan tenaga pengajar atau guru sehingga tidak sesuai dengan
program andalan pemkab Lebak yaitu yakni Lebak Pintar, Lebak Sehat dan Lebak
Sejahtera.
Wakil Bupati Lebak, Ade
Sumardi mengatakan bukan hanya angka buta aksara yang masih tinggi, namun saat
ini Kabupaten Lebak juga masih kekurangan sekitar 3 ribu tenaga guru.
"Untuk mengatasi
persoalan ini, saya kira masyarakat juga harus ikut andil agar jumlah
Kekurangan guru di Lebak bisa kembali ditekan," kata Ade usai kegiatan
Bakti Karya Mandiri (BKM) Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia
Budhi Rangkasbitung.
Ade mengaku dengan
kekurangan guru tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap dunia pendidikan di
Kabupaten Lebak, terlebih Kabupaten Lebak tengah menjalankan program Lebak
Pintar yang harus benar-benar terealisasi pada tahun 2019.
"Kepada masyarakat
Lebak ayo Ikuti program belajar 12 tahun, lanjutkan ke jenjang selanjutnya,
jangan takut menjadi guru, sebab guru pahlawan tanpa tanda jasa dan akan banyak
bermanfaat untuk generasi muda lain nantinya," imbuhnya.
Dijelaskan Ade,
diperkirakan dibutuhkan sekitar 4.000 guru lagi untuk mengajar baik di SD/SMP
maupun SMA/SMK. Pemerintah daerah juga menerbitkan peraturan daerah nomor
02/2010 tentang wajib pendidikan selama 12 tahun. "Kami berharap tidak ada
lagi siswa yang tidak sekolah karena pemerintah telah melakukan intervensi
melalui subsidi untuk pendidikan," harapnya.

0 komentar:
Post a Comment