![]() |
| Ilustrasi |
LEBAK - Kementerian
Kelautan dan Perikanan menyalurkan bantuan berupa alat tangkap untuk nelayan
Kabupaten Lebak, Banten, guna meningkatkan produksi dan kesejahteraan
masyarakat pesisir di daerah itu.
"Kita menyalurkan
bantuan alat tangkap itu untuk 46 kelompok nelayan," kata Kepala Bidang
Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak Winda Triana di Lebak, Kamis.
Penyaluran bantuan alat
tangkap tersebut merupakan bagian program Seribu Kampung Nelayan Tangguh Indah
Mandiri (Sekaya Maritim) yang digulirkan KKP.
Nelayan pesisir selatan
Lebak yang menerima bantuan alat tangkap itu, tercatat 46 kelompok terdiri atas
45 kelompok usaha bersama (Kube) dan satu kelompok lembaga koperasi nelayan.
Tujuan bantuan tersebut
guna mendongkrak swasembada pangan juga peningkatan pendapatan ekonomi nelayan.
Sejauh ini, produksi tangkapan belum optimal karena sarana dan prasarana alat
tangkapan relatif terbatas.
"Kami berharap
melalui bantuan alat tangkap itu dapat mendongkrak pendapatan nelayan,"
katanya.
Ia mengatakan jumlah alat
tangkap yang disalurkan kepada kelompok nelayan itu, antara lain Trammel Net
(20 pcs) 500 meter 16 unit, jaring insang hayut 10 unit 1.500 meter ukuran
empat inchi, jaring insang hayut 2.500 meter 10 unit, rawai dasar 2.000 mata
pancing tiga unit dan rawai dasar 4.000 meter mata pancing tiga unit.
Begitu juga bantuan hand
line 10 gulung pancing 29 unit, winch lima unit, lampu penerangan 15 unit,
lacuba 45 unit, life jacket 250 unit, fish finder 50 unit, motor tempel PK-5
sebanyak 25 unit dan PK-15 sebanyak 50 unit, motor long tile 15 unit, dan GPS
50 unit.
"Semua bantuan alat
tangkap itu diharapkan pendapatan ekonomi nelayan meningkat," katanya.
Dia menjelaskan KKP
setiap tahun menyalurkan berbagai program bantuan kepada nelayan agar
meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Selain itu, dilakukan
perbaikan sarana dan prasarana infrastuktur, seperti perbaikan fasilitas tempat
pelelangan ikan (TPI).
"Kami mendorong
pendapatan nelayan meningkat sehingga bisa mewujudkan swasembada pangan,"
katanya.
Kepala Pangkalan
Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak Ahmad
Hadi mengatakan produksi tangkapan ikan laut dinilai belum maksimal karena
selama tujuh bulan dalam satu tahun nelayan menganggur akibat cuaca buruk dan
terang bulan.
"Hal wajar jika
produksi tangkapan ikan laut tidak signifikan karena normalnya nelayan dalam
setahun hanya lima bulan melaut," katanya.
Ia menyebutkan produksi
tangkapan ikan di pesisir pantai Lebak, di antaranya tongkol, layur, cumi-cumi,
selar, kue, kakap, dan lobster.
Sebagian besar nelayan
Kabupaten Lebak melaut secara tradisional dengan menggunakan tangkapan perahu
kincang dengan mesin motor beleketek. Jumlah nelayan Lebak tercatat 3.674 orang
dan kehidupan mereka belum sejahtera akibat minimnya tangkapan ikan laut.
"Kami optimistis
bantuan alat tangkap itu dipastikan dapat mendongkrak produksi ikan laut,"
katanya.

0 komentar:
Post a Comment