Kilas Berita

KH.Romly: Ganggu Aktivitas Kerukunan, Jaket Paskibra Ditarik

 KH.Romly:
Ganggu Aktivitas Kerukunan, Jaket Paskibra Ditarik
SERANG, (KB).-Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Provinsi Banten segera menarik puluhan jaket bermotif menyerupai salib yang dibagikan kepada anggota Paskibra Provinsi Banten. Halitu dilakukan guna menghindari keresahan berkepanjangan di kalangan masyarakat.

Disbudpar selanjutnya akan memperbaiki desain bagian depan jaket tersebut.Hal itu disampaikan Kepala Dispora Provinsi Banten, M Ali Fadilah, dalam keterangan pers di kantornya, KP3B, Kec. Curug, Kota Serang, Selasa (23/8/2016).

Ia menuturkan, pihaknya tidak memiliki niatan dan tujuan tertentu dalam membuat desain jaket Paskibra tersebut. Setiap tahun pihaknya membuat jaket dan diberikan kepada paskibra pascakegiatan pengibaran bendera merah putih 17 Agustus.

Menurutnya, kritikan dari sejumlah tokoh Islam adalah wajar. Sebab, hal itu termasuk persepsi setiap warga. Ia juga tidak pernah menyangka motif pada jaket itu akan menjadi perbincangan. Sebab, kata dia, pembuatan logo atau desain jaket Paskibra sama sekali tidak ada niatan untuk menampilkan logo agama tertentu. Saya minta maaf dan akan menarik kembali untuk memperbaikinya, katanya.

Senada dikatakan Kepala Seksi Kepemimpinan dan Kepeloporan pada Dispora Banten, Wiwin Susnani. Pembuat desain jaket ini mengatakan, tahun ini desain jaket memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Maksud saya, warna putih itu menjadi batas warna merah dan abu abu. Ini akan bisa saya benerin. Mengenai penyerupaan dengan salib, itu jauh dari pikiran. Ini sama sekali tidak ada unsur kesengajaan, tuturnya.

Atas nama pribadi, dia pun meminta maaf dan berjanji akan memperbaikinya. Jika memang desain yang dibuatnya mengundang kontroversi dan membuat masyarakat resah. "Tidak ada niatan sama sekali. Demi Allah, kalau ada warga yang mengkritik, saya akan mengklarifikasinya, ujarnya.

Sementara Kabid Pengembangan Kepemudaan Mahmud Maruwa mengatakan, foto tersebut diambil saat Paskibra Banten kunjungan ke Surabaya, 21 Agustus 2016. "Saya awalnya tidak tahu apa-apa dan memang tidak ada niat atau motif apapun atas jaket itu. Nah sekarang karena mengundang kontroversi, kami tarik kembali untuk diperbaiki," ucap Maruwa.

Jangan membuat resah

Sementara itu, sejumlah kalangan meminta pihak Dispora Banten berhati-hati, tidak ceroboh, dan tidak membuat resah masyarakat. Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, Prof.Suparman Usman, misalnya mengingatkan setiap instansi atau lembaga yang akan membuat desain pakaian untuk seragam harus berhati-hati. Sebab, persoalan SARA sangat sensitif. Jangan gegabah. Intinya harus berhati-hati dan tidak ceroboh, ujar Guru Besar Untirta dan IAIN SMHB.

Namun, ia juga meminta masyarakat yang mengkritik agar mencari tahu maksud dari motif yang menyerupai salib tersebut. Dengan demikian, masyarakat tidak mudah salah sangka. Harus hati hati, jangan sampai membuat resah warga, ucapnya.

Penegasan sama juga dikemukakan Ketua Forum Aktivis Pendiri Provinsi Banten, H.Embay Mulya Syarief. Ia berharap keteledoran yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Banten tidak terulang. Meski meyakini tidak ada unsur kesengajaan, namun Embay berharap ada klarifikasi dan permohonan maaf dari pihak terkait.

Mungkin ini keteledoran, bukan disengaja. Ini pelajaran bagi Dispora untuk lebih teliti dan hati-hati. Namun saya pikir, penting Kepala Dispora meminta maaf. Meski mungkin keteledoran ada di bawahan, tapi sebagai pimpinan dia harus minta maaf, tutur H.Embay.

Dia mengimbau semua pihak untuk tidak memperpanjang persoalan ini, sehingga menjadi polemik berkepanjangan. Bagi dia, yang terpenting ada koreksi dan evaluasi dari instansi dan pihak terkait agar tidak terulang kembali.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, KH. M. A. Romly mengatakan, jika dilihat dari unsur agama, kejadian tersebut akan mengganggu aktivitas kerukunan umat beragama di Banten. Sebab, kata dia, persoalan itu sangat sensitif. Ia menuturkan, pihak panitia atau Dispora dan Pemprov harus meminta maaf dan memberi penjelasan. Dengan demikian, warga muslim di Banten bisa memahami maksud dari penggunaan motif salib yang membuat resah tersebut.

Intinya, harus ada penjelasan resmi kepada umat Islam mengapa memilih motif seperti itu. Kan ini sensitif. Masyarakat jangan dibiarkan menduga-duga, katanya. Ia mengimbau masyarakat muslim tidak terprovokasi dan diharapkan tenang. Intinya harus minta maaf dan jangan sampai terjadi lagi, tuturnya.

Memahami

Sementara itu, Front Pembela Islam (FPI) Kota Serang mendatangi kantor Dispora Banten, kemarin. Kedatangan FPI Kota Serang untuk meminta klarifikasi mengenai motif jaket Paskibra Banten. "Karena saya melihat sendiri beredar di media sosial melambangkan simbol agama tertentu, ini khawatir menimbulkan reaksi dari umat Islam. untuk itu saya meminta penjelasan Dispora. Ini atas perintah pimpinan kami," kata Ketua FPI Kota Serang Nasehuddin.


Menurut dia, setelah mendapatkan penjelasan dari Kadispora mengenai seragam jaket tersebut, pihaknya memahami bahwa ini tidak ada motif apapun apalagi unsur disengaja. "Untuk itu, kami berterima kasih sudah mendapat penjelasan dan segera sampaikan ke pimpinan kami, karena khawatir ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi yang membuat Banten tidak kondusif," tuturnya. 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: KH.Romly: Ganggu Aktivitas Kerukunan, Jaket Paskibra Ditarik Rating: 5 Reviewed By: Unknown