![]() |
| Kemendag Minta Bantuan BSD untuk revitalisasi Pasar Tradisional |
TANGSEL - Kementerian
Perdagangan akan bekerjasama dengan pihak pengembang Sinar Mas Land sebagai
pengelola pasar modern di BSD, Serpoong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kerjasama itu meliputi bantuan design engineering detail (DED) untuk beberapa
tipe pasar tradisional. Hal itu dikatakan Menteri Perdagangan, Enggartiasto
Lukita, saat ditemui Minggu (7/8/2016) pagi.
“Kami menjadikan pasar
tradisional yang modern dan bersih ini (Pasar BSD) sebagai benchmark, saya
sudah minta bantuan kepada BSD untuk membantu kami, mereka akan menyerahkan DED
dengan beberapa tipe untuk pasar tradisional,” ujar Enggartiasto.
Nantinya, pasar
tradisional yang mendapat suntikan dari anggaran Negara. Setiap perkembangan
yang menjadi masukan bagi Enggartiasto atas kondisi tipe-tipe pasar tradisional
untuk dilakukan revitalisasi. “Mereka (Sinar
Mas Land) akan mengirimkan segera DED-nya kepada kami,” ujarnya.
Sementara itu, terkait
sejumlah harga di pasar tradisional yang belum juga mengalami penurunan,
Enggartiasto mengakuinya. “Memang ada
harga sembako yang kondisinya belum turun, sekarang kita akan lihat
konstrukturnya dari semua, ini harus dilihat mata rantainya. Apa yang membuat
biaya ekonomi tinggi, siapa yang mengambil keuntungan berlebih, “ tuturnya.
Namun, Enggartiasto
enggan menyebutkan sembako yang belum turun itu. Pihaknya akan menelusuri itu,
seraya tetap mencoba menyeimbangkan pasokan agar harga menjadi stabil. “Kalau sudah ketemu mereka yang mengambil untung
berlebih, kami akan ajak bicara. Jika tetap nakal kita cabut izin, memang ini
tidak mudah karena itu ada mata rantai, kita arahkan mereka untuk tidak
mengambil keuntungan terlalu berlebih,” katanya.
Enggartiasto juga
menyampaikan, Kemendag akan memprioritaskan barang lokal, meski diakuinya
Kemendag tidak anti barang impor. Karena ketersediaan barang dalam negeri memang
belum mampu memenuhi pasar. Hanya saja harus ada road map-nya agar bisa
mandiri.
Misalnya, kata dia,
masalah ada pada pejagalan, pihaknya akan melihat seluruh biaya. Kalau
pengusaha pejagalan berlebihan meraup untung, mereka sendiri yang akan
terganggu.
“Karena siap-siap saja kalau kita
yang gelontorkan. Kalau nekat, kita cabut izinnya. Jangan susah susah amat.
Kalau mereka enggak sanggup banyak yang siap,” ujarnya.
Sementara itu, Airin
Rachmi Diany Wali Kota Tangsel mengatakan, pihaknya tidak mungkin menggunakan
DED yang digunakan di pasar modern BSD untuk pasar Ciputat.
“Karena, berbeda dengan BSD,
pasar Ciputat tidak mungkin satu lantai,” ujarnya.
Pasar Ciputat, menurut
Airin, ada 1.200 pedagang, yang dibutuhkan saat ini oleh pasar Ciputat adalah
perluasan lahan . “Kita sudah
minta ke Kabupaten Tangerang jangan sampai pada saat pembebasan lahan, kita
membeli aset yang sudah milik kita setelah diserahkan kabupaten,” jelasnya.
Airin juga mengungkapnya
bahwa Pasar Ciputat sudah memiliki DED sendiri untuk direvitalisasi. Tinggal
menunggu anggarannya, apakah nanti menggunakan APBD, APBN atau menggunakan
anggaran dari swasta.
“Sambil menunggu arahan pusat,
kita terus melakukan revitalisasi. Nanti aka nada taman dan dua setengah
lantainya sehingga PKL tidak lagi berada di badan jalan,” tuturnya.
Managing Director
President Office Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe mengatakan, pihaknya memang
diminta oleh Kemendag untuk memberikan masukan tidak hanya seputar DED, tetapi
juga seputar standar operasional prosedur (SOP).
“Kita diminta Pak Menteri untuk memberikan masukan, karena kita (Pasar
Modern BSD) menjadi acuan bagi pemerintah, kita akan coba. Karena setiap pasar
berbeda-beda kebutuhannya, minggu depan kita akan menyelesaikannya,” ujarnya.

0 komentar:
Post a Comment