![]() |
| Ilustrasi |
SERANG - PETA politik
mulai serius. Rencananya, PKS akan deklarasi hari ini di Hotel Ratu Bidakara,
Kota Serang. Besoknya disusul Hanura di tempat yang sama. Keduanya mengusung
pasangan Wahidin-Andika.
Hanura merupakan partai
kedua yang resmi mengusung WH-Andika, setelah Partai Demokrat. Sedangkan PKS
adalah partai berikutnya yang mengusung pasangan tersebut. Mungkin masih ada
yang nyusul? Kita lihat saja.
Dalam deklarasi nanti,
baik PKS maupun Hanura sesumbar akan menghadirkan ketua umum masing-masing.
Presiden PKS Sohibul Imam akan dihadirkan. Wiranto pun yang baru saja diangkat
menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pelaksana tugas
(Plt) siap dimunculkan.
Bagi PKS dan Hanura,
kehadiran pemimpin tertinggi partai tersebut untuk menguatkan bahwa mereka
benar-benar bulat mengusung WH-Andika. Sekaligus juga show of force kepada
kandidat penantang terkait kekuatan pasangan ini.
Maklum, isu yang
menggelinding saat ini adalah soal tandatangan ketua umum DPP. Para parpol yang
berkoar-koar berkoalisi dan mendukung pasangan calon masih belum dianggap “sah” jika dalam
surat rekomendasinya tidak menyertakan ketua umum DPP.
Seperti yang terjadi di
Partai Golkar. Kini ramai diperbincangkan gara-gara surat keputusan
remendasinya diteken oleh Ketua Harian DPP Nurdin Halid, bukan Ketua Umum DPP
Setya Novanto. Masih perlu ditelusuri keabsahannya.
Lantas, sejauh mana arah
deklarasi PKS dan Hanura nanti? Dari statement Ketua Umum DPW PKS Banten
Miptahudin, partainya bakal mengundang semua partai politik yang ada di Banten.
Kecuali PDIP. Menurut PKS, PDIP dianggap sudah beda haluan.
Dengan tidak diundangnya
PDIP, maka peluang head to head antara WH-Andika dan Rano kian makin kuat. PDIP
yang mungkin akan memilih koalisi ramping bakal dikeroyok oleh koalisi yang
digalang Golkar, Demokrat, Hanura dan PKS.
Namun masih ada harapan
buat Rano atau mungkin WH-Andika. Yaiti menunggu “pelabuhan terakhir” partai-partai
yang masih “bingung” menentukan arah koalisi, seperti Gerindra, PPP,
PAN, PKB dan Nasdem.
Meski begitu bisa saja
koalisi gabungan banyak parpol ini menguntungkan PDIP. Pertama, masyarakat
Banten akan banyak bersimpati dengan PDIP, karena partai ini dinilai tidak
mengejar kekuasaan, namun mengutamakan kinerja. Itu dibuktikan dengan tidak “tertariknya” incumbent
Rano memilih wakil dari kalangan partai politik.
Kedua, dengan tidak dulu
melakukan deklarasi alias dalam posisi wait and see, kubu incumbent bisa mengukur
kekuatan lawan yang akan dihadapi di pilgub nanti.
Apapun itu, deklarasi PKS
dan Hanura layak ditunggu. Apakah mereka tetap serius gabung di gerbong
WH-Andika atau sekadar psywar kepada kubu Rano yang hingga kini masih “menjomblo”

0 komentar:
Post a Comment