![]() |
| Pertanian di Tanara Andalkan Pompa Air |
SERANG - Petani di Tanara
mengeluhkan kondisi lahan pertanian yang selalu kehabisan air dari saluran
irigasi. Hal itu mengakibatkan masa tanam di Tanara terganggu. Padahal,
peralatan pertanian di Tanara terbilang lengkap mulai dari mesin tandur,
traktor hingga pompa air.
“Kalau di sini
dari mesin tandur, traktor dan pompa semuanya sudah lengkap, tinggal irigasinya
saja. Air dari Ciujungnya enggak sampai,” ujar Kelompok
Tani Sumber Tani, Kampung Laban Desa Curukcuk Sapahaluli.
Ia mengatakan, lahan
pertaniannya saat ini mengandalkan pompa air. “Kebanyakan di sini dari pompa, karena kalau dari irigasi itu sangat sulit
karena posisinya sawah ada di atas, dan irigasi adanya di bawah jadi kalau
irigasi sulit. Jadi yang dibutuhkan itu pompa air di sini,” katanya.
Kepala UPTD Pertanian
Tanara Syarif mengatakan, pihaknya masih terus memperjuangkan kondisi pertanian
di daerahnya tersebut. “Saya berjuang
supaya air di Tanara ini tidak kehabisan. Sudah 30 tahun lamanya di sini,
seperti ini kondisinya. Makanya pernah kejadian tahun 2003 laporan tidak
diterima karena terlambat tanam,” ucapnya.
Ia mengatakan, untuk
mengatasi kekurangan air tersebut dibuatkan sodetan. Melalui sodetan tersebut
ia berharap dapat mengalirkan air ke daerah pertaniannya. Lahan pertanian di
Tanara cukup luas, sehingga disayangkan jika harus terganggu karena kekurangan
air.
“Akhirnya di
sini berjuang untuk membuat sodetan kurang lebih satu tahun yang lalu, kami
memperjuangkan nasib Tanara yang luasnya kurang lebih 1.530 hektare, makanya
kami mengupayakan dengan sodetan di Desa Lempuyang,” tuturnya.
Dengan dibangunnya banyak
irigasi ia berharap aliran air ke Tanara menjadi tidak terhambat. Sebab, jika
hanya mengandalkan pompanisasi, hal itu tidak cukup. “Karena dari pompanisasi enggak sampai dan dari
irigasi kehabisan. Mudah-mudahan sekarang sudah banyak irigasi, sehingga nanti
dari saluran Pamarayan tidak perlu pompa,” katanya.

0 komentar:
Post a Comment