![]() |
| Tantowi Yahya |
SERANG – Akibat adanya revisi Undang-Undang Pilkada,
Tantowi Yahya batal maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017. Politisi
Partai Golkar ini tak ingin kehilangan jabatannya sebagai anggota DPR RI.
Diketahui, revisi UU
pilkada menyebutkan, semua anggota DPRD dan DPR RI yang akan maju menjadi calon
kepala daerah harus mengundurkan diri dari keanggotaan.
Tantowi mengaku salah
satu pemicu dia membatalkan menjadi calon gubernur, karena ada ketentuan dewan
harus mundur dari DPR. “Mau bagaimana
lagi, sudah diketok dan disetujui delapan fraksi. Saya tidak jadi nyalon
gubernur, karena taruhannya amanat rakyat. Jadi lebih memilih dan concern di
DPR RI. Untuk cagub atau cawagub biar keputusannya dari DPP,” ujar anggota Komisi I DPR RI ini.
Berbeda dengan Tantowi,
Anggota DPR RI lainnya Dimyati Natakusumah menyatakan siap mundur dari
keanggotaan DPR. “Saya siap
mengundurkan diri. Ada beberapa tugas memang yang belum diselesaikan di DPR,
tapi Insya Allah Oktober saya akan mundur. Kalau dihitung-hitung jabatan saya
masih ada tiga tahun lagi. Oktober mendatang genap dua tahun, tapi tidak
apa-apa itu sebuah risiko perjuangan,” papar mantan
Bupati Pandeglang ini.
Alasannya menyatakan siap
mundur, ujar Dimyati, karena hasil survei dirinya bagus. Pada April lalu, dia
baru melakukan langkah awal. Saat ditanya orang pun masih berupa pertimbangan.
Namun, ketika dia bergerak elektabilitasnya naik dan semakin menanjak.
Dimyati mengungkapkan
saat ini dukungan KTP sudah terkumpul 800 ribu dari target sejuta KTP. Jika
sudah terkumpul dan memenuhi syarat, tinggal diserahkan ke KPU. Terkait
penentuan wakil akan diputuskan pertengahan Juni ini.
“Lewat jalur
independen ini lebih bagus. Keuntungannya elektabilitas saya terus naik.
Mungkin yang lain stagnan karena masih menunggu keputusan parpol. Terbukti,
pergerakan yang baru dimulai pertengah April sudah mencapai 43 persen,” ungkapnya.
Disinggung soal
pencalonannya yang tidak melalui partai, Dimyati menampik adanya
ketidaknyamanan di DPR RI. “Maju lewat
jalur independen, karena langsung didukung oleh rakyat. Jadi tidak punya beban
moril kepada parpol tertentu,” ucap pria
akrab disapa Endeh ini

0 komentar:
Post a Comment