![]() |
| Bupati Iti Octavia Jayabaya |
RANGKASBITUNG - Laporan
Hasi Pemerikasaan (LHP) yang diserahkan BPK RI Perwakilan Provinsi Banten
kepada pemerintah daerah yag diterima langsung oleh Bupati Iti Octavia
Jayabaya, Selasa (31/5) merupakan hasil identifikasi masalah, analisis dan
evaluasi yang dilakukan secara independen, obyektif dan profesional berdasarkan
standar menilai kebenaran, kecermatan, kreadibilis dan keandalan informasi
mengenai pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara.
Oleh karena itu LHP ini
menjadi penting dan strategis bagi pemerintah daerah untuk mengetahui tingkat
tertib administrasi tata kelola keungan di daerah masing-masing, baik dari sisi
efesiaensi, efektifitas, transparansi, ketaaatan terhadap peraturan
perundang-undangan dan sistem pengendalian interen yang dijalankan. Hal itu
dijelaskan Asda III Setda Lebak, Dedi Lukman Indepur, di ruang kerjanya, Rabu
(1/6).
“Dengan
mengetahui tingkat tertib administrasi pengelolaan tersebut, maka akan
diketahui pula kondisi sesunggungnya yang dapat kita jadikan sebagai tolak ukur
untuk melakukan perbaikan-perbaikan kongkrit dalam meningkatkan akuntabilitas
keuangan, yang pada akhirnya akan mewujudkan pemerintah yang bersih dan bebas
KKN,” terang Dedi, kepada Banten
Raya.
Bupati Lebak Iti Octavia
Jayabaya mengaku bersyukur atas opini WTP yang diberikan BPK RI mengingat tahun
ini laporan keuangan berbasis akrual sudah diterapkan.“Alhamdulillah melalui perjuangan keras selama ini,
akhirnya kami mendapatkan predikat WTP, tepat pada pelaporan keuangan yang
berbasis akrual dimana baru pertama kalinya diterapkan,” ujar Iti.
Lanjutnya, pelaporan
berbasis akrual ini dipercaya dapat menghasilkan informasi yang lebih akuntabel
dan transparan dibandingakan dengan pelaporan bebasis kas yang telah terapkan
sebelumnya. Sistem ini dianggap mampu mendukung terlaksananya perhitungan
berbagai biaya pelayanan publik secara wajar.
“Sesuatu yang
baru tapi sangat menantang, yang membuat kita bekerja jauh lebih keras
dibandingkan tahun sebelumnya. Namun saya berpesan, agar semua SKPD tidak boleh
terlena dengan capaian ini, dan berharap untuk terus mempertahankannya, karena
mempertahankan itu biasanya jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya,” papar bupati.

0 komentar:
Post a Comment