![]() |
| Pelabuhan Merak, Cilegon |
CILEGON – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah
mengeluarkan surat edaran nomor 22 tahun 2016, tentang larangan pengoperasian
kendaraan angkutan barang. Tujuannya untuk menghindari penumpukan kendaraan
saat arus mudik Idul Fitri.
Direktur Jenderal
Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan RI, Pudji Hartanto mengatakan,
larangan pengoperasian kendaraan truk-truk ekspedisi berkategori dua sumbu yang
menyeberang lewat pelabuhan penyeberangan termasuk Pelabuhan Merak dan
Pelabuhan Bakauheni mulai diberlakukan pada H-5 hingga H+3 .
Ia menjelaskan, kendaraan
yang boleh melakukan penyeberangan melalui penyeberangan Merak hanyak kendaraan
khusus baik itu kendaraan pribadi roda empat, kendaraan roda dua dan bis.
Sementara truk pengangkut kebutuhan pokok sehari-hari mendapat pengecualian
saat larangan itu diberlakukan.
“Truk yang
mengangkut bahan-bahan pokok seperti susu murni, itu dikecualikan. Saya minta
semua pengusaha memenuhi permintaan ini,” ungkap Pudji,
Minggu (12/6).
Menurutnya, kebijakan
tersebut diberlakukan berdasarkan perencanaan semua pihak untuk mengurangi
penumpukan kendaraan yang ada di jalan raya saat arus mudik berlangsung.
“Semua itu bisa
di-manage dengan perencanaan yang baik. Contohnya menggunakan angkutan barang
kurang dari dua sumbu, itu bisa saja. Silakan di-manage, sehingga tidak lagi
menambah beban kendaraan yang ada di jalan raya. Termasuk pada saat arus balik,
rata-rata Senin itu sudah masuk kantor. Sehingga Sabtu Minggu adalah puncak
untuk arus balik. Nah kalau itu angkutan barang diperbolehkan, bisa dibayangkan
itu akan berhenti. Makanya dengan segala hormat, itu baru bisa H+3 setelah
Lebaran,” paparnya.
Terkait prediksi puncak
arus mudik, kata Pudji, Ia berharap dapat terbagi menjadi beberapa hari baik
H-5, H-4 dan H-3 Lebaran agar tidak terdapat penumpukan kendaraan secara
serentak dalam satu hari.
“Kalau arus
puncak, kita sudah prediksi paling tidak H-5 sampai H-4. H-3 itu puncaknya
sekali. Mudah-mudahan karena liburnya agak panjang, ini bisa terbagi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala
Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan (OPP) Merak Kemenhub RI, Harno Trimadi
menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dengan
menyediakan sarana dan prasarana penunjang di Pelabuhan merak dalam menghadapi
arus mudik Lebaran.
Selain berbagai perbaikan
fasilitas sarana yang ada di pelabuhan, pihaknya juga menyiapkan 56 armada
kapal yang siap untuk dioperasikan di pelabuhan penyeberangan terpadat di ujung
pulau Jawa bagian barat itu.
“kita sudah
melakukan perbaikan gangway di dermaga III, termasuk juga ruang tunggu dan
loket-loketnya. Sementara kapal yang ready di Merak-Bakauheni ada sekitar 56
kapal. Tetap nanti saat arus mudik, kita operasikan kapal sebanyak 28 kapal
setiap harinya,” tuturnya.

0 komentar:
Post a Comment