![]() |
| BPMPPKB Tangsel Ajak Pria Gunakan KB |
TANGSEL - Badan
Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
(BPMPPKB) Kota Tangsel mengajak para pria untuk dapat berpartisipasi dalam
memajukan Keluarga Berencana (KB). Salah satunya melalui penggunaan KB pria.
Untuk meningkatkan pengguna
KB pria, BPMPPKB Tangsel menggelar Pembinaan Motivator KB Pria di Telaga
Seafood, Serpong, Tangsel pada Rabu (1/6).Selama ini yang kita tahu bahwa KB
itu sering digunakan oleh wanita, padahal pria juga bisa. Jadi kita membina
para motivator ini agar dapat menyebarkan kepada pria lain tentang program KB,” ujar Kepala BPMPPKB Tangsel, Apendi.
Lanjutnya, kegiatan ini
merupakan upaya pemerintah untuk mensukseskan KB. Sebab, program KB bisa
dilalui dari segala lini. Jika wanita sudah biasa, maka pria kali ini diberikan
pemahaman tentang KB.
“Motivator yang
sudah kita bina ini, nantinya membantu untuk menginformasikan kepada masyarakat
lain apa itu makna dari KB. Sehingga masyarakat pria lain mau menggunakan KB.
Intinya untuk mengendalikan dari pihak laki-laki,” paparnya.
Dia berharap, masyarakat
Tangsel bisa mencegah angka kelahiran yang tinggi. “Cukup dengan dua anak, yang terpenting
berkualitas. Dibandingkan anak banyak tapi tidak berkualitas,” katanya.
Kasubid Pelayanan KB dan
Kesehatan Reproduksi Yuni Lia Astuti menjelaskan kepada para pria agar dapat
menggunakan KB secara benar. Dia pun meminta kepada para motivator untuk
mengenalkan dan mengajak pria didaerahnya agar menggunakan KB.“KB Pria terdiri dari dua macam, yakni kondom dan
metode operasi pria (mop) atau fasektomi. KB kondom memang sering digunakan
oleh lelaki, namun efektifitasnya kurang,” jelasnya.
Bagi pria yang berusia 45
hingga 50 tahun yang sudah memiliki anak diatas 2 orang direkomendasikan untuk
menggunakan fasektomi. Karena efektifitasnya lebih tinggi dibandingkan kondom. “Jika istri menggunakan pil KB dan lupa meminumnya
maka pria harus mencegahnya dengan menggunakan kondom. Namun penggunaan kondom
pun harus sekali pakai saja,” jelas Yuni.
Yuni mengatakan bahwa
kondom merupakan alat untuk mencegah terjadinya penularan penyakit kelamin
maupun penyakit lainnya yang dapat timbul melalui hubungan badan. Sementara,
Kepala Bidang Keluarga Berencana Ellen Hutabarat mengatakan pihaknya sangat
menganjurkan pria menggunakan fasektomi jika memenuhi syarat usia diatas 45
tahun dan sudah lebih dari 2 anak.
“Jumlah KB Pria
kota Tangsel ditargetkan setiap tahun harus mendapatkan fasektomi sebanyak 29
orang. Namun hingga 1 Juni 2016 ini kita baru dapat 9 orang,” beber Ellen.
Dilokasi yang sama, salah
seorang warga Tangsel, Medi (50) mengutarakan bahwa dirinya sudah menggunakan
KB Pria dengan jenis fasektomi selama empat tahun. “Sama saja seperti tidak menggunakan KB, sebab
tidak ada efek sampingnya. Dari awal hingga sekarang tidak ada keluhan yang
saya rasakan,” ujar pria
beranak dua ini.

0 komentar:
Post a Comment