![]() |
| Ribuan Warga Cikande Blokade Jalan |
SERANG – Ribuan warga Kecamatan Cikande berunjuk rasa
dengan memblokade ruas jalan Ambon-Bandung, pada Senin (2/5). Aksi tersebut
digelar sebagai bentuk protes dengan kondisi jalan yang rusak berat.Akibatnya,
akses jalan tersebut lumpuh total selama hampir enam jam. Pantauan langsung,
aksi blokade dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, dimana massa yang berasal dari
empat desa yaitu Desa Cikande, Cikande Permai, Situterate dan Leuwilimus
berkumpul di Pertigaan Asem, Desa Cikande.
Massa pun langsung
memblokade jalan dan membentangkan sejumlah poster yang berisi kecaman atas kondisi
jalan yang rusak. Sejumlah perwakilan masyarakat mulai dari pemuda, tokoh
masyarakat, hingga ibu rumah tangga bergantian menyampaikan orasinya. Ruas
jalan tembusan dari wilayah Serang ke sejumlah kawasan industri di Serang Timur
itu pun lumpuh, antrean kendaraan yang terjebak mengular ratusan meter karena
jam aksi merupakan jam masuk pabrik.
Pengendara pun mencoba
mencari jalan alternatif ke jalur Pasar Cikande, namun volume kendaraan yang
padat membuat upaya itu tidak berjalan mudah. Meski bisa dilalui, namun mereka
membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa keluar dari jalur tersebut hingga ke
ruas Jalan Cikande-Rangkasbitung.Setelah tiga jam blokade, unsur Muspika
Cikande menawarkan untuk menggelar audiensi di Kantor Kecamatan setempat yang
lantas diterima oleh massa.
Sejumlah perwakilan massa
pun diutus untuk berunding.Koordinator Aksi, Daud Tamsir saat audiensi
mengatakan, aksi blokade jalan adalah bentuk protes masyarakat terhadap Pemkab
Serang. Pasalnya, pemkab dinilai tidak peduli terhadap warga dengan tidak
memperbaiki ruas Jalan ambon-Cikande yang sudah mengalami rusak parah selama
lima tahun.“Sudah lima
tahun tak tersentuh perbaikan sehingga warga mengungkapkan kekesalannya melalui
aksi,” ujarnya.
Ia menuturkan, perbaikan
jalan adalah harga mati yang harus dipenuhi oleh Pemkab Serang. Daud mengaku,
warga tidak akan mentolerir lagi jika dalam waktu dekat ruas jalan tidak juga
diperbaiki. Dia pun mengancam, akan menggelar aksi serupa dengan jumlah massa
yang lebih banyak.“Mau berapa
korban lagi yang jatuh agar jalan ini diperbaiki. Ini sudah harga mati, jalan
harus diperbaiki kalau tidak mau ada aksi blokade yang lebih besar,” katanya.
Terpisah, Kepala Sub
Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada DPU Kabupaten Serang, Muhamad Rony
Natadipraja mengatakan, untuk perbaikan ruas Jalan Ambon-Bandung sebenarnya
sudah dialokasikan pada APBD 2016. Saat ini proyek perbaikan sedang dalam
proses lelang di ULP dan diprediksi akan selesai dan fisik bisa dikerjakan pada
akhir Mei.
“Sekarang
sedang proses lelang dan akan segera selesai, kemungkinan pengerjaan fisik bisa
dimulai pada akhir Mei. Sementara mulai besok (hari ini, red) akan kami lakukan
pengerasan jalan,” ungkapnya.

0 komentar:
Post a Comment