![]() |
| Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah |
TANGERANG - Program
Tangerang Cerdas menjadi bagian program unggulan Pemkot Tangerang melalui Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang. Selain meringankan beban biaya
pendidikan bagi setiap orang tua, seluruh anak pun memiliki kesempatan untuk
bisa bersekolah.
Kepala Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kota Tangerang, Akhmad Lutfi mengatakan sampai saat ini sejumlah
program telah dilakukan dalam memajukan pendidikan. Mulai dari promosi melalui
pekan pendidikan dengan menggandeng perguruan tinggi serta mengenalkan
sekolah-sekolah kepada masyarakat. Hingga mengikuti kegiatan perlombaan di
tingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional.
Hasilnya, kata Lutfi,
cukup menggembirakan karena para pelajar Kota Tangerang meraih juara umum untuk
berbagai jenis lomba seperti debat bahasa asing, olimpiade olahraga siswa
sampai dengan raihan nilai tertinggi NEM dan juara tata boga di Brazil. Bahkan
setiap ajaran baru hampir seluruh sekolah di Kota Tangerang menjadi primadona
bagi pelajar dari daerah lainnya.
Semakin bagusnya kualitas
pendidikan dan ketersediaan sara pendukung, menjadi alasan masyarakat memilih
pendidikan di Kota Tangerang. "Kami pun rutin melakukan pembinaan kepada
tenaga pendidik. Mulai dari tenaga pengawas dan guru agar selalu mengutamakan
profesionalitas dalam mengajar sehingga menghasilkan pelajar yang berkualitas
dan memiliki daya saing," ungkap Lutfi, Kamis (19/5/2016).
Terkait inovasi, Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan membuat Jurnal yang berisi tulisan atau karya ilmiah
tenaga pengajar dan merupakan pertama di Provinsi Banten. "Seiring dengan perkembangan dan
tuntutan zaman, guru dituntut menghasilkan karya ilmiah dengan profesional
sesuai dengan kompetensinya masing - masing," imbuhnya.
Oleh karena itu, Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang membuat Jurnal sebagai wadah dari
hasil karya ilmiah para guru. Harapannya agar Jurnal ini memiliki manfaat bagi
tenaga pendidik dalam pengembangan Keprofesian yang Berkelanjutan (PKB).
"Jurnal ini
merupakan bagian dari visi dinas pendidikan dan kebudayaan kota tangerang untuk
mewujudkan dinas pendidikan yang mapan, terkelola, profesional dan mampu
menjalin kemitraan dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas menuju
masyarakat yang berakhlakul karimah," katanya menegaskan.
Sementara Wali Kota
Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, salah satu peningkatan mutu
pendidikan adalah memasyarakatkan gemar membaca dan menulis yang merupakan
jendela pengetahuan. "Dengan adaya jurnal pendidikan, saya optimis
kegemaran membaca dan menulis bisa tersalurkan untuk peningkatan pendidikan di
Kota Tangerang," ujarnya.
Jurnal Pendidikan dan
Kebudayaan berisi tentang tulisan atau karya ilmiah para guru dan tenaga
pendidik lainnya yang telah diseleksi oleh tim penyusun. Isinya mengenai
pendidikan, minat baca, penelitian kelas dan lainnya. Jurnal ini tayang selama
empat kali dalam setahun atau diterbitkan setiap triwulan (tiga bulan).
Pembuatan Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan digagas oleh para pengawas dan Kepala Bidang.
Tujuannya yakni untuk mengasah kemampuan menulis para guru serta bagian dari
kreatfitas dan inovasi. Selain itu juga membantu guru - guru yang akan naik
pangkat. Sebab, banyak yang telah mengajar selama kurun waktu 10-15 tahun namun
belum bisa naik pangkat. Kendalanya adalah tidak adanya wadah untuk publikasi
ilmiah meski banyak guru yang memiliki kepandaian menulis. Akhirnya dibuatlah
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Setiap satu tulisan atau karya ilmiah yang
terpublikasi di Jurnal, maka guru tersebut akan mendapatkan poin tiga.
"Guru bisa
menghubungi tim redaksi atau datang ke dinas pendidikan dan kebudayaan untuk
menayangkan tulisan atau karya ilmiahnya. Nanti akan di seleksi oleh tim yang
sudah dibentuk," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota
Tangerang, Abdurachman.

0 komentar:
Post a Comment