![]() |
| Wapres Buka GIIAS 2016 di Tangerang |
TANGERANG, (KB).- Gabungan
Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali menggelar pameran
otomotif berskala internasional, Gaikindo Indonesia International Auto Show
(GIIAS) 2016. Kegiatan GIIAS 2016 dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di
Indonesia Convention and Exhibition (ICE), Kawasan BSD City, Tangerang Selatan,
Kamis (11/8/2016).
Hadir saat acara
pembukaan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Gubernur Banten Rano Karno,
Ketua Umum Gaikindo Yohanes Nangoi. GIIAS 2016
mengusung tema “Green
Technology for a Better Future”. GIIAS 2016
akan diselenggarakan pada tanggal 11-21 Agustus 2016.
Dalam sambutannya, JK
menyinggung soal tax amnesty atau pengampunan pajak. JK mengaitkannya dengan
orang yang memiliki banyak mobil, Tax amnesty, kata JK, bisa dimanfaatkan untuk
orang yang memiliki mobil lebih dari satu. Sehingga tidak perlu lagi ada
akal-akalan dalam pengurusan dokumen pembelian mobil, demi menghindari pajak.
“Ikutlah tax amnesty yang akan
mendatang. Kalau orang taat pajak, tak perlu sembunyi-sembunyi beli mobil,
pakai atas nama sopir, atas nama anaknya," kata JK.
JK mengakui pertumbuhan
industri otomotif memilik dampak negatif, salah satunya adalah kemacetan.
Memiliki mobil lebih dari satu merupakan hak setiap warga. Namun pemakaiannya
seyogyanya dilakukan secara bijak.
Di sisi lain,
permasalahan kemacetan masih dicarikan solusinya agar tidak berdampak ke
industri. “Untuk mengatasinya pemerintah
harus mengurangi kendaraan di jalan. Macet memang menguntungkan industri mobil.
Makin macet karena orang butuh mobil lain untuk anaknya. Tapi tentu itu bukan
tujuan kita (macet). Tujuan saya rasa untuk banyak kemajuan (industri
otomotif),” tuturnya.
JK mengatakan, dengan
menghadirkan gelaran otomotif berskala internasional seperti GIIAS membuktikan
kepada dunia bahwa Indonesia memiliki industri otomotif yang kuat dan potensi
yang besar untuk terus tumbuh. Dengan ajang berkelas dunia seperti GIIAS dapat
bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dan industri pendukung yang menggunakan
kendaraan sebagai operasional.
“Berbagai macam teknologi baru
diperkenalkan di pameran ini. Kami berharap hal ini dapat bermanfaat bagi
kemajuan industri pendukung,” ucapnya.
Gubernur Banten Rano
Karno mengatakan, pameran otomotif GIIAS
2016 memberikan dampak positif bagi provinsi."Exhibition international
dengan adanya di ICE, Banten, sangat terbantu. Artinya dengan jumlah kunjungan
ke pameran, bisa membuat Banten menjadi daerah kunjungan wisata dan menjadi
menarik," ujar Rano.
Sementara itu, Ketua Umum
Gaikindo, Yohanes Nangoi mengatakan, pameran GIIAS 2016 merupakan pameran
Gaikindo ke-24 yang diselenggarakan secara rutin dan berkelanjutan sejak tahun
1986.
“Pameran GIIAS 2016 merupakan
event yang sangat penting, karena industri otomotif Indonesia adalah salah satu
industri andalan yang memiliki peran besar terhadap roda ekonomi Indonesia.
Diharapkan kehadiran GIIAS 2016 dapat menjadi dorongan untuk tumbuhnya pasar
domestik serta upaya peningkatan ekspor industri otomotif Indonesia,” ucapnya.
Menurut dia, industri
otomotif telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian
Indonesia dengan perkembangan kinerja industri kendaraan roda empat di
Indonesia.
Hal itu didukung dengan
peningkatan jumlah kendaraan roda 4 dalam negeri yang naik sebanyak 1,2% atau
sebanyak 531.929 unit terjual selama semester 1 tahun 2016.
Sementara tercatat
sebesar 601.461 unit telah diproduksi selama semester 1 tahun 2016 atau naik
3,8% dibanding periode yang sama pada tahun 2015. “Peningkatan juga terjadi untuk kategori ekspor
kendaraan jadi (CBU) dimana selama tahun 2015 ekspor CBU yang dilakukan adalah
sebesar 207.691 unit sementara pada semester 1 tahun 2016 telah mencapai angka
93.998 unit yang diproduksi. Sementara ekspor kendaraan terurai (CKD) di
semester 1 tahun 2016 sebesar 91.194 set CKD, di tahun sebelumnya tercatat
sebanyak 108.770 set CKD yang di ekspor dari Indonesia,” ujarnya.
GIIAS 2016 diikuti oleh
total 361 stan peserta pameran dari pelaku industri otomotif Indonesia termasuk
31 merek kendaraan dari APM yang terdiri atas 25 merek kendaraan penumpang
seperti Audi, BMW, Chevrolet, Datsun, Daihatsu, Dodge, Ford, Honda, Hyundai,
Isuzu, Jaguar, Jeep, KIA, Land Rover, Lexus Mazda, Mercedes-Benz, Mini,
Mitsubishi Motors, Nissan, Suzuki, Tata Motors, Toyota, Volkswagen, Wuling dan
6 merek kendaraan komersial yang terdiri dari FAW, Hino, Isuzu, Mitsubishi
Fuso, Tata Motors dan UD Trucks. Selain itu, ajang ini juga dimanfaatkan oleh
Mitsubishi untuk yang pertama kalinya di dunia memperkenalkan kendaraan MPV
terbarunya yaitu Mitsubishi XM concept crossover MPV.

0 komentar:
Post a Comment