Kilas Berita

Ribuan IKM di Kota Serang Gulung Tikar

 Ilustrasi
SERANG, (KB).- Ribuan industri kecil menengah (IKM) di Kota Serang tidak aktif atau gulung tikar, sebagian besar karena terkendala permodalan. 

Untuk mencegah bertambahnya IKM yang tidak aktif, pihak Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang melakukan upaya penguatan pada IKM aktif dengan cara memberikan bantuan peralatan yang dibutuhkan pelaku usaha tersebut.

Kepala Bidang Perindustrian pada Disperindagkop Kota Serang Ahmad Fakih mengatakan, data IKM di Kota Serang sebanyak 3.914 pada 2015, dari data tersebut sekitar 70 persen IKM aktif, sementara sekitar 30 persennya tidak aktif.

IKM yang tidak aktif itu sebenarnya klasik permasalahannya yaitu mayoritas karena terkendala modal, ada juga yang awalnya iseng setelah berjalan kemudian berhenti, ada yang faktor keluarga juga, katanya yang ditemui Kabar Banten disela kegiatan verifikasi bantuan alat bagi pelaku IKM Kota Serang, yang digelar disalah satu rumah makan di Kota Serang, Senin (22/8/2016).

Fakih mengatakan, terkait data IKM masih menggunakan data 2015, karena data tersebut diperbaharuinya pada akhir 2016. Jadi nanti 2016 akhir baru ada data terbarunya, itu untuk 2017, tuturnya. Untuk IKM yang tidak aktif, kata Fakih, pihaknya akan mendata kembali, dilihat permasalahannya apa saja, jika sudah ketemu permasalahannya di awal 2017 dapat di programkan untuk diupayakan mengaktifkan mereka kembali.

Sebagian besar permasalahannya biasanya di modal, sedangkan pemerintah tidak mudah untuk membantu permodalan, bahkan sekarang membantu peralatan juga IKM-nya harus berbadan hukum, jadi terkadang ada hambatan untuk membantu IKM yang berjalan tapi belum berbadan hukum, sehingga mereka semua harus segera berbadan hukum terlebihdahulu, katanya.

Terkait IKM yang aktif, kata Fakih, sebagian besar merupakan industri rumahan seperti kerajinan tangan, kue dan lain-lain. Untuk penguatan bagi pelaku IKM aktif tersebut, Pemkot Serang melalui Disdagperinkop memberikan bantuan peralatan, diharapkan pelaku IKM dapat terus berproduksi dan menjalankan usahanya.

Kepala Seksi Industri Kimia dan Hasil Hutan pada Bidang Perindustrian Eka Purwanti mengatakan, IKM yang mendapatkan bantuan peralatan untuk penguatan usahanya sebanyak 30 IKM, mayoritas bergerak dibidang konveksi, sisanya pengusaha tempe, tahu, makanan ringan seperti takoyaki dan lain-lain. Jenis bantuan yang diberikan berbeda-beda tergantung kebutuhkan IKM. Total anggaran untuk bantuan peralatan tersebut sekitar Rp 140 juta.

Sebelumnya kami mengadakan sosialiasi ke pelaku IKM, untuk mendapatkan bantuan mereka harus mengajukan bantuannya melalui proposal pengajuan. Sebelum diberikan bantuannya kami lakukan verifikasi dulu pada calon penerimanya, ini untuk memastikan usahanya aktif dan melihat prospek atau tidak usahanya kedepan. Kami juga melihat berdasarkan data IKM aktif, katanya.


Bantuan yang diberikan pada 2016, kata Eka, diantaranya mesin jait, mesin untuk bengkel, mesin untuk sate bandeng, mesin untuk pemotong kerupuk, untuk bengkel sepeda, las, ada juga untuk panglong. Itu merupakan bantuan dari Pemkot Serang untuk pelaku IKM untuk mendukung usaha mereka. Ini juga menjadi salah satu upaya untuk memotivasi para pelaku IKM agar lebih maju, lebih meningkatkan kualitas hasil produksinya, sehingga menciptakan lapangan pekerjaan. Setelah diberikan bantuan, nanti ada pengawasan dan pengendaliannya, mereka (penerima bantuan) juga harus mebuat laporan penggunaan barang, kan kami diperiksa juga oleh BPK, tuturnya.  
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Ribuan IKM di Kota Serang Gulung Tikar Rating: 5 Reviewed By: Unknown