Kilas Berita

Petani Lebak Diminta Tingkatkan Budidaya Palawija

 Petani Lebak Diminta Tingkatkan Budidaya Palawija
LEBAK - Petani Kabupaten Lebak diminta meningkatkan budidaya palawija untuk memenuhi permintaan pasar lokal sehingga tidak perlu pasokan dari luar daerah.

Kami mendorong petani dapat mengembangkan budi daya tanaman palawija karena prospek ke depan cukup menjanjikan kesejahteraan ekonomi keluarga, kata Kepala Bidang Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Ade Fahrulwadi di Rangkasbitung, Selasa (16/8).

Selama ini, produksi palawija di Kabupaten Lebak belum optimal sehingga perlu digenjot untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Hingga saat ini, komoditas palawija masih didatangkan dari luar daerah. Peluang pasar palawija cukup terbuka untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

Ia mengajak petani mengembangkan tanaman palawija guna memenuhi permintaan pasar lokal dan meningkatkan pendapatan ekonomi. Produksi palawija yang terdiri atas enam komoditas itu sampai Juli 2016 mencapai 19.489 ton dengan luas lahan garapan sekitar 2.383 hektare.

Sebanyak enam komoditas produksi palawija tersebut, antara lain jagung 1.810 ton, kedelai 183 ton, kacang tanah 426 ton, kacang hijau 53 ton, ubi kayu 14.902 ton, dan ubi jalar 2.115 ton. Saya kira produksi palawija sebanyak itu belum maksimal sehingga masih didatangkan dari luar daerah, katanya.

Selama ini, katanya, petani setempat melirik palawija karena biaya pengelolaan relatif tinggi juga budaya masyarakat lebih tertarik dengan tanaman pangan. Pihaknya perlu mendorong petani dapat mengembangkan tanaman palawija untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Kami menargetkan minimal kebutuhan palawija bisa didatangkan dari petani Lebak sendiri, katanya.

Ia menyebutkan petani perlu mendapat perhatian dan pembinaan serius dari Dinas Pertanian untuk mengubah budaya tanam dari palawija ke pangan. Ia mengatakan lahan tanaman pangan jika setahun terus menerus ditanami padi sawah dipastikan mudah terserang berbagai hama dan penyakit. Kalau bisa petani setelah panen padi diganti dengan pola tanam palawija, katanya.

Ade menjelaskan, petani kacang kedelai yang sudah berhasil mengembangkan tanaman tersebut saat ini, di antaranya di Kecamatan Maja, Cilograng, Panggarangan, Bayah, dan Banjarsari. Mereka, katanya, setiap tahun hanya bisa memenuhi kebutuhan pasar tingkat kecamatan dan belum menjadikan sentra produksi kacang kedelai.


Akan tetapi, kata dia, pemerintah daerah akan menjadikan wilayah tersebut sebagai sentra produksi kacang kedelai di Kabupaten Lebak. Sejumlah petani di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mengaku mulai mengembangkan tanaman jagung pascapanen padi untuk memenuhi permintaan pasar lokal. 

Jika jagung itu dipanen maka kami memasoknya ke pasar Rangkasbitung, kata Nanil (45), seorang petani Desa Margaluyu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.  
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Petani Lebak Diminta Tingkatkan Budidaya Palawija Rating: 5 Reviewed By: Unknown