![]() |
| Ilustrasi |
PANDEGLANG - Rektor
Universitas Mathla'ul Anwar (Unma) Banten Prof Dr Bambang Pranowo menyatakan
peran organisasi keagamaan sangat diperlukan dalam mengembangkan lembaga
pendidikan Islam.
"Di Indonesia peran
itu sudah 'diambil' oleh tiga organisasi keagamaan terbesar, yakni
Muhammadiyah, Mathla'ul Anwar dan Nahdlatul Ulama (NU)," katanya pada
acara International Seminar dengan tema "The Role Of Islamic Organization
on Education" di Kampus Unma Pandeglang, Banten, Sabtu.
Menurut dia, pengembangan
pendidikan Islam tidak bisa lepas dari madrasah dan masyarakat, tidak bisa hanya tergantung dari pemerintah.
Berangkat dari itulah Muhammadiyah, Mathla'ul Anwar dan Nahdlatul Ulama
mendirikan lembaga pendidikan mulai dari madrasah diniyah sampai universitas.
Untuk Mathla'ul
Anwar, sampai saat ini sudah memiliki
2.000 madrasah yang tesebar di 22 provinsi di Indonesia, sedangkan universitas
baru satu, yakni Unma yang berlokasi di Cikaliung, Pandeglang, Banten.
Mathla'ul Anwar didirikan 10 Ramadhan 1334 Hijriah atau 10
Juli 1916 oleh KH E Mohammad Yasin, KH Tb Mohammad Sholeh, dan KH Mas
Abdurrahman serta dibantu oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di daerah
Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Mathla'ul Anwar didirikan
berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah serta sepuluh tahun lebih
awal dibanding NU. Muhammadiyah dirikan pada 18 November 1912 di Kauman
Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan dan NU pada 31 Januari 1926 di Surabaya Jawa
Timur oleh KH Hasyim Asy'ari.
"Sudah cukup lama
Mathla'ul Anwar mengelola lembaga pendidikan, dan akan terus dilakukan tentunya
dengan dukungan semua pihak dan kerja sama dengan berbagai lembaga
pendidikan/universitas dalam dan luar negeri," ujarnya.
Sementara Prof Madya Dr
Mohd Yahya Bin Arifin, dari Universiti Sains Islam Malaysia menyatakan
pentingnya media dalam mendorong perkembangan pendidikan tinggi.
"Di Malaysia media
memberikan ruang bagi pendidikan tinggi. Ada satu halaman pada hari tertentu
yang dikhususkan memuat berita berkaitan dengan pendidikan tinggi," katanya.
Dari sisi pemberitaan,
ada sembilan poin yang berkaitan dengan pendidikan tinggi yang disajikan oleh
media di Malaysia, diantaranya berkenaan dengan program pemerintah, beasiswa
sampai pencarian pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi.
"Bahkan ada media
yang memberikan beasiswa bagi lulusan sekolah setingkat SMA untuk melanjutkan
pendidikan S1 (kuliah)," ujarnya.

0 komentar:
Post a Comment