![]() |
| Pawai Kirab Kemenangan MTQN |
SERANG - Pawai kirab
kemenangan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI di jalan protokol Kota
Serang yang diikuti ribuan peserta berlangsung meriah.
Cuaca yang cukup panas
siang itu tak menyurutkan semangat peserta pawai. Begitupun warga, antusias
menyambut piala presiden yang diarak puluhan mobil hias.
Pawai kirab tersebut
sebagai ungkapan rasa syukur atas capaian juara umum yang diraih Kafilah
Provinsi Banten di ajang MTQN yang digelar di Mataram, NTB, beberapa hari lalu.
Turut ikut dalam peserta
pawai, antara lain Gubernur Banten Rano Karno, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi
Banten Dewi Indriati Rano, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran
(LPTQ) Banten, Ranta Soeharta, Ketua Harian LPTQ Syibli Syarjaya, Ketua DPRD
Banten, Asep Rahmatullah, Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Banten, Prof. Tihami,
Bupati Pandeglang Irna Narulita, Wakil Wali Kota Serang Sulhi Choir, Wakil Wali
Kota Cilegon Edie Aryadi, puluhan peserta, pembina dan pembimbing kafilah MTQ
serta ratusan warga Banten yang berasal dari unsur pelajar SLTA dan SLTP.
Sementara Pemkab Serang hanya mengutus Asda II yang juga Ketua LPTQ R.
Setiawan.
Pantauan Kabar Banten,
pawai dimulai pukul 14.02 dari Stadion Maulana Yusuf Ciceri Serang. Rano Karno
dan Ranta Soeharta beserta pengurus LPTQ Banten memimpin langsung pawai dengan
menumpangi mobil terbuka membawa piala bergilir Presiden menuju eks Pendopo
Gubernur Banten di Jl. KH. Brigjen Sjamun, Kota Serang.
Pawai diiringi tim
Marching Band Gita Surosowan. Kemeriahan semakin ramai saat Gubernur Banten
tiba di eks pendopo disambut oleh tim marawis dan ratusan pelajar SLTA dan SLTP
yang sudah lebih dulu tiba di lokasi.
Gubernur Banten, Rano
Karno mengatakan, kegiatan itu segaja dilakukan sebagai bentuk tasyakuran
setelah enam belas tahun menjadi peserta MTQ, namun Banten tidak pernah
mendapatkan juara umum. Baru kali pertama di tahun 2016 kafilah Banten mampu
merebut piala MTQ nasional.
“Kita baru menjadi juara. Tidak
ada kata lain, selain bersyukur kepada Allah. Tugas kita hanya mempersiapkan
kafilah agar semakin memiliki kompetensi di bidang tilawah Alquran,” ujar Rano dalam sambutannya.
Ia mengatakan, selama
sepekan di NTB, persaudaraan kafilah Banten semakin terlihat.
Terbukti, dari suasana
canda tawa yang dijalani oleh kafilah Banten baik peserta, pembimbing, dan
pembina. Ia menilai, pembinaan qari-qariah harus benar-benar ditingkatkan
kembali karena 2018 bukanlah waktu yang lama sehingga benar-benar perlu
dipersiapkan agar di ajang MTQN di Sumatera Utara (Sumut) 2018 mendatang bisa
kembali menjadi juara.
“Di MTQ ini, bukan hanya seleksi
yang dilakukan. Akan tetapi, memang potensi yang harus kita tingkatkan. Juara
umum ini adalah awal kebangkitan ruh Provinsi Banten,” tuturnya.
Ia berjanji akan
memberangkatkan peserta MTQ yang berhasil menjadi juara. Menurutnya, hal itu
sudah menjadi hadiah dari masyarakat Banten karena telah mengharumkan Provinsi
Banten di kancah nasional sejak terpisah dari Provinsi Jawa Barat 16 tahun silam.
“Saya juga berharap, pemenang MTQ
asal Banten bisa mewakili Indonesia di MTQ tingkat internasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum
LPTQ Banten, Ranta Soeharta mengatakan, diraihnya juara umum oleh kafilah
Provinsi Banten bukanlah hal yang dilakukan serta merta. Menurutnya, hal itu
berdasarkan hasil kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan oleh LPTQ Banten melalui
pembinaan kepada puluhan peserta.
“LPTQ Banten telah berikhtiar
dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan prestasi terbaik dalam setiap
event-event nasional, sehingga LPTQ kerap merumuskan langkah-langkah strategis,” ucapnya.
Sebelum pelaksanaan MTQN,
pihaknya telah melakukan pembinaan, bahkan menghadirkan pembina level dari
internasional.

0 komentar:
Post a Comment