Kilas Berita

Dishutbun Dorong Petani Kembangkan Aren

 Ilustrasi
LEBAK, (KB).- Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lebak mendorong petani mengembangkan tanaman aren untuk bahan baku produksi kerajinan gula aren.

Saat ini, perkebunan aren milikmasyarakat di Kabupaten Lebak produksinya cukup terbatas, sehingga perlu dilakukan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan perajin gula aren.

"Saat ini permintaan gula aren cenderung tinggi, sehingga memerlukan bahan baku pohon aren itu," kata
Kepala Dishutbun Kabupaten Lebak Kosim Ansori, Ahad (21/8/2016). Populasi tanaman aren dari tahun
ke tahun menyusut karena dimakan usia atau roboh diterjang angin kencang, tambahnya, selain itu penebangan yang dilakukan masyarakat sehingga mengancam produksi kerajinan gula aren.

Berdasarkan data pada 2015, jumlah perkebunan aren milik masyarakat tercatat 2.798 hektar terdiri dari
1.070 hektar tanaman baru menanam (TBM) dan 1.598 hektar (tanaman). Sedangkan, produksi aren sebanyak 1.780 ton dengan produktivitas 1.113 kilogram."Kami mengajak petani agar mengembangkan
tanaman aren untuk meningkatkan produksi juga perluasan perkebunan rakyat itu," ujarnya.

Selama ini, ujar dia, populasi tanaman aren yang berkembang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak bukan pengembangan dari petani. Namun, tanaman aren itu tumbuh di hutan milik masyarakat
dari kotoran musang.

Oleh karena itu, pihaknya meminta petani agar mengembangkan tanaman aren karena bisa mendorong
pertumbuhan ekonomi pedesaan."Kami tahun ini menyalurkan bantuan benih tanaman aren parasi yang
merupakan bibit lokal khas unggulan Lebak," katanya.

Kosim menyebutkan, saat ini perkebunan aren berkembang di Kecamatan Cijaku, Sobang, Panggarangan, Cigemblong, Cibeber, Cigemblong, Cihara, Cipanas, Lebakgedong, dan Leuwidamar.

Pemerintah daerah komitmen guna meningkatkan produksi dan produktivitas ketahanan pangan melalui
pengembangan bibit aren. Sebab, pengembangan tanaman aren dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan.

Apalagi, Kabupaten Lebak sebagai penghasil gula aren terbesar di dunia. Produksi gula aren itu dibuat
gula cetak dan gula halus atau gula semut. Bahkan, produksi gula aren Lebak menembus pasar domestik
hingga Eropa karena masuk kategori jenis makanan organik tanpa pengawet.

"Kami yakin tumbuhnya pelaku kerajinan gula itu tentu dapat memberikan dampak ganda peningkatan pendapatan ekonomi bagiwarga setempat," ujarnya.

Dia menambahkan, petani Lebak mengembangkan bibit aren lokal agar tidak dipakai oleh orang luar.Sebab, benih aren parasi itu merupakan bibit unggul khas Lebak yang perlu dikembangkan oleh masyarakat. Produksi aren parasi tersebut bisa dipanen pada usia tanam 5 tahun dan bisa bertahan hingga puluhan tahun.

Keunggulan aren parasi itu, selain pohonnya pendek juga hasil produksi nira mencapai 15 liter per hari
dengan masa sadap hingga tiga bulan per mayang. Selain itu juga perawatan tanaman tersebut begitu
mudah karena kebanyakan wilayah Kabupaten Lebak terdapat pegunungan dan perbukitan.


"Semua pengembangan aren parasi melalui persemaian itu nantinya dibagikan kepada petani secara gratis," katanya. 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Post a Comment

Item Reviewed: Dishutbun Dorong Petani Kembangkan Aren Rating: 5 Reviewed By: Unknown