![]() |
| Ilustrasi |
CILEGON, (KB).- Satuan
kerja perangkat daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon
diminta untuk bertanggung jawab menyerap anggaran yang mereka ajukan untuk
melaksanakan program.
Alasannya, jika tidak terserap, maka akan menjadi sisa
lebih pembiayaan anggaran (Silpa). Apalagi, untuk APBD tahun anggaran 2015
saja, silpa Pemkot Cilegon mencapai Rp 311,57 miliar.Wali Kota Cilegon, Tubagus
Iman Ariyadi mengatakan, program yang diajukan masing-masing SKPD tidak mampu
menyerap dengan baik.
Iman mengingatkan, jika
tidak mampu menyerap, SKPD lebih baik jangan mengajukan anggaran. Mengingat,
anggaran yang disetujui tersebut berasal dari pengajuan masing-masing SKPD.
“Itu yang harus
ditekankan, jika ajukan anggaran ya tanggung jawab, harus serap itu. Jika ada
silpa ini kan tidak rasional, SKPD yang ajukan anggaran, disetujui oleh
eksekutif dalam konteks kebijakan, kemudian disepakati oleh legislatif, tapi
penyerapannya buruk. Itu kan tidak normal,” katanya
seusai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (13/7/2016).
Selain itu, ucap Iman,
SKPD juga diminta untuk mengajukan program yang dapat dilaksanakan dengan baik,
sehingga anggaran yang telah diajukan dapat terserap dengan baik. “Jika misalkan ada program yang kira-kira masih ada
masalah atau belum lengkap ya jangan diajukan anggaran. Yang fiks saja diajukan
atau misal di perubahan anggaran mengajukan anggaran yang tidak mungkin
dijangkau, karena waktu yang sempit, seperti membangun gedung,” ujarnya.
Meski begitu, ia
menuturkan, jika dibandingkan dengan daerah lain, persentase silpa Kota Cilegon
lebih kecil. Apalagi silpa pasti akan ada setiap tahunnya, namun tentu ada
angka toleransinya. “Pasti ada lah
silpa itu tiap tahun, tidak mungkin terserap seratus persen. Logikanya hanya
berapa toleransinya, sampai disebut sehatnya fiskal APBD itu berapa. Pasti dari
mulai pemerintah pusat sampai tingkat bawah silpa itu ada. Yang penting silpa
itu jangan sampai terjadi pada program prioritas kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua
Fraksi PKS DPRD Kota Cilegon, Nurotul Uyun mengatakan, pihaknya akan terlebih
dahulu melihat sejauh mana capaian realisasi dari program yang sudah disusun.
Untuk melihat seberapa besar tingkat capaian dan berapa persen yang tidak
dilaksanakan.
“Kami juga
ingin melihat kendalanya seperti apa, sehingga kemudian dari kendala tersebut
dapat mengakibatkan adanya silpa yang cukup besar ini, mencapai Rp 311 miliar
dari total Rp 1,5 triliun APBD. Itu yang akan kami coba analisa, sejauh mana
tingkat capaian dari pemda terhadap APBD yang sudah dijalankan selama 2015
lalu,” katanya.
Menurut dia, harus ada
sebuah upaya pengendalian yang baik dari masing-masing SKPD, sehingga akan
terlihat perkembangan capaian. Dengan begitu, juga akan memberikan sebuah
motivasi yang akan dilakukan kemudian, agar semua program yang sudah disusun
tersebut dapat dilaksanakan.
“Dan anggaran
yang sudah direncanakan itu bisa terserap dengan baik dan pelayanan kepada
masyarakat juga bisa maksimal diberikan. Memang tidak ada dampak secara
langsung, tapi hal ini berarti ada penyerapan anggaran yang tidak maksimal.

0 komentar:
Post a Comment