![]() |
| Ribuan Tukang Ojek Daftar BPJS |
TANGERANG – Ribuan pekerja sektor informal mendaftarkan diri
menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Mereka difasilitasi
secara unik oleh anggota DPR RI Irgan Chairul Mahfidz, yakni melalui kegiatan
Pasar Murah Ramadan.
“Ada sekitar
2.000 pekerja sektor informal, yakni tukang ojeg, penjaga keamanan, dan tukang
sampah, yang hari ini kita fasilitasi daftar menjadi peserta BPJS
ketenagakerjaan,” ungkap Irgan
di sela-sela kegiatan tersebut, di kediaman di Perumahan Islamic, Karawaci,
Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/6).
Menurut Irgan, panitia
menyediakan paket sembako senilai Rp 100 ribu. Namun para pekerja sektor
informal itu cukup menebusnya dengan uang Rp 35 ribu. Namun uang tersebut bukan
untuk kepentingan panitia, melainkan untuk membayar kewajiban BPJS
Ketenagakerjaan mereka.
“Uang sebesar
Rp 35 ribu itu bukan untuk saya atau untuk kepentingan panitia, akan tetapi
untuk membayar kewajiban BPJS Ketenagakerjaan mereka selama dua bulan.
Ujung-ujungnya paket sembako itu ya gratis-gratis juga dan menguntungkan
mereka,” ujarnya.
Menurut politisi senior
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, pekerja sektor informal itu cukup
membayar iuran wajib sebesar Rp 16.800 per bulan. “Setelah mereka membayar kewajiban untuk dua bulan,
saya harap ke depannya bisa dilanjutkan terus oleh mereka karena iurannya murah
sekali,” papar Irgan yang juga pembina
komunitas tukang ojek.
Irgan beralasan, mengapa
dirinya mau memfasilitasi pekerja sektor informal menjadi peserta BPJS
Ketenagakerjaan, karena mereka adalah kelompok-kelompok kerja yang sangat
rentan karena betul-betul tidak memiliki proteksi, perlindungan atau jaminan pekerjaan.
“Kalau mereka
sakit atau meninggal pada saat bekerja, risiko-risiko itu harus dijamin oleh
mereka sendiri. Tukang ojeg misalnya, mereka harus meggaji sendiri, tidak
memiliki majikan, dan kalau ada apa-apa dengan dirinya ditanggung oleh dirinya
sendiri,” paparnya.
Namun lanjut Irgan, jika
mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka para pekerja sektor informasl
itu akan mendapat jaminan atau perlindungan dari BPJS. Selain itu juga dalam
kapasitas dirinya sebagai wakil rakyat yang bermitra dengan BPJS, memiliki
kewajiban mensosialisasikan kepada para pekerja sektor informal agar mereka
merasakan manfaatnya dari BPJS.
“BPJS itu harus
terus disosialisasikan terus kepada masyarakat, termasuk para pekerja sektor
informal dan masyarakat kecil lainnya, agar mereka mengetahui secara detil dan
paham tentang BPJS, termasuk manfaatnya bagi kehidupan mereka,” paparnya.
Di tempat yang sama
Kepala BPJS Tangerang, Irwan Ibrahim mengatakan selama ini masyarakat umum,
termasuk para pekerja sektor informasl, lebih mengenal BPJS Kesehatan saja,
padahal sesungguhnya ada yang namanya BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami
bekerjasama dengan Pak Irgan dan BIDASEB untuk mengajak para pekerja sektor
informal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan cara membeli sembako di
Pasar Murah Ramadan ini seharga Rp 35 ribu dan menyerahkan foto copy KTP. Uang
itu kemudian dijadikan sebagai pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Menurut Irwan, jika
mereka sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka mereka akan mendapat
perlindungan dari BPJS. “Kalau mereka
sakit, maka seluruh biaya dari awal sampai selesai ditanggung BPJS. Jika mereka
meninggal dunia maka ahli warisnya akan mendapat asuransi Rp 24 juta,” ungkapnya.
Irwan menegaskan, klaim
jaminan dari BPJS baik itu biaya berobat karena sakit atau meninggal, tidak
akan sulit. “BPJS itu
program pemerintah, kami diwasi wakil rakyat dan klaim itu tidak akan sulit
sehingga hak-hak mereka dari BPJS akan terpenuhi,” paparnya.
Irwan juga mengatakan
setelah para pekerja itu membayar BPJS Ketenagakerjaan selama dua bulan, maka
untuk selanjutnya mereka bisa membayar di kantor BPJS, di bank-bank yang sudah
bekerjasama dengan BPJS, atau di Indomart. “Cara membayar kewajiban itu mudah, tidak akan menyulitkan mereka,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu
Irwan juga mengungkapkan, BPJS selain memiliki pogram kesehatan dan
ketenagakerjaan, juga memiliki program tabungan hari tua yang iuranngya sebesar
Rp 20 ribu per bulan. “Kalau mereka
mau menambah program tabungan hari tua juga bisa, silahkan,” paparnya.

0 komentar:
Post a Comment