![]() |
| Ilustrasi |
SERANG – Gubernur Banten Rano Korno meminta sekitar area
jalan tol Serang-Panimbang dibangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan
agro industri. Hal ini disampaikannya kepada Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinis Banten Hudaya, agar pihaknya mengkaji
keinginannya tersebut.
“Saya minta
(kepada Bappeda) perencanaan tol (Serang-Panimbang) disesuaikan dengan rencana
pembangunan terminal agro bisnis dan TPST untuk sampah dari daerah Tangerang
dan Tangerang Selatan, sampah jangan lagi ada di kota. Tolong pa Hudaya siapkan
analisis dasarnya,” ujar Rano,
Senin (11/7).
Rano melanjutkan, rencana
pembangunan agro industri atau agro bisnis merupakan salah satu upaya untuk
melakukan pemerataan pembangunan di Provinsi Banten, agar kesenjangan antara
wilaya Selatan dan Utara tidak terlalu jauh.Kemarin pengelola pasar induk Tanah
Tinggi bilang hasil bumi yang dipasarkan bukan berasal dari Banten, jika berasa
dari Banten, maka akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat
Banten, karena itu, potensi pertanian di wilayah Selatan harus dioptimalkan
dengan adanya agro industri,” papar Rano.
Sedangkan terkait TPST,
menurut Rano, TPST tersebut nantinya akan mengelola sampah menjadi produk yang
diperlukan oleh masyarakat Banten sendiri, seperti kompos, briket dan produk
lainnya. Masih menurut Rano, kedua projek tersebut diperkirakan membutuhkan
luas lahan masing-masing 10 hektar. Karena itu kedua projek tersebut harus
disesuaikan dengan projek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang agar aksesnya
bisa lebih mudah.

0 komentar:
Post a Comment