![]() |
| Ilustrasi |
SERANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai
Golongan Karya (Golkar) mengisyaratkan akan berkoalisi pada Pemilihan Gubernur
(Pilgub) Banten. Koalisi kedua partai politik (parpol) ini terlihat pada
halalbihalal DPD PKS Kabupaten Serang di Taman Wisata Wulandira, Kecamatan
Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (16/7). Bahkan, Ketua DPD Partai Golkar
Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, turut hadir dalam kesempatan tersebut.
ekretaris Dewan Pimpinan
Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten Gembong R Sumedi mengatakan, awalnya PKS
mencoba menawarkan kader internal untuk bisa berlaga di Pilgub Banten, yakni
Anton Apriyantono. Namun, dalam proses perjalanan, secara tidak langsung siap
mengusung kader dari eksternal dan fokus bagaimana memperbaiki Banten ke depan.
“Calon Gubernur
tidak fokus harus ada kita, tapi bagaimana Banten ke depan lebih baik,” kata Gambong dalam sambutannya mengarahkan
ucapannya kepada Tatu.
Menurut Gembong, siapa
pun yang diusung atau yang akan menjadi gubernur, harus bisa memperbaiki
Banten. Sebab, menurutnya, masih banyak yang harus ditata dan diperbaiki dan
PKS berkewajiban menghasilkan tokoh yang bisa membangun Banten ke depan. “Siapa pun yang sudah diputuskan DPW PKS dalam
rangka pengusungan gubernur, kita akan perjuangkan. Akan kita pilih tokoh yang
bisa membawa maju Banten ke depan,” tegasnya
seraya enggan menyebutkan tokoh yang akan diusung.
Katanya, pengusungan
pasangan calon gubernur dan wakil gubernur oleh PKS, akan diputuskan pada akhir
Juli atau awal Agustus. “Mudah-mudahan
kami bisa memutuskan yang terbaik,” harapnya.
Menanggapi pernyataan
Gembong, Ketua DPD Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah tidak memungkiri, pada
Pilgub ingin bersama dengan PKS. Ia berharap, Golkar dan PKS bisa satu gerbong.
Menurutnya, sulit memisahkan antara Golkar dan PKS di Banten. “Kalau tidak dengan keluarga PKS agak sulit, bisa
ewuh pakeweuh. Mudah-mudahan komunikasi politik jalan terus antara PKS dengan
Golkar. Mudah-mudahan bisa bersama-sama lagi,” harapnya.
Pada kesempatan terpisah,
Ketua umum DPP Partai Gerakan
Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menggelar halalbihalal dan
konsolidasi kader Gerindra se-Banten di Kota Serang, Sabtu (16/7). Dalam orasi
politiknya, Prabowo menegaskan agar Gerindra memenangkan Pilgub Banten. Ia pun
menegaskan, Gerindra tidak harus memaksakan kehendak dengan mengusung kader
internal.
“Kita harus
bangkit dan saling bahu-membahu untuk menjadi pemenang pemilu 2019, pilkada
serentak 2015, 2017 dan 2018 yang merupakan tantangan awal. Penting bagi
Gerindra untuk menempatkan kadernya duduk di kursi bupati, walikota, dan
gubernur. Tapi, Gerindra harus realistis sebab bukan merebut kekuasaan yang
penting, tapi bagaimana mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang tidak dijajah
oleh politik uang,” tegasnya.
Hadir dalam kesempatan
tersebut sejumlah petinggi DPP Gerindra, Ketua DPD Gerindra Banten Budi
Heryadi, Walikota Cilegon Iman Ariyadi, tokoh masyarakat Banten Jahidi, serta
ratusan kader Gerindra kabupaten kota, dan organisasi sayap Gerindra.
Kedatangan Prabowo
Subianto diwarnai aksi pelarangan liputan oleh panitia kepada awak media hingga
acara selesai. Awak media pun diperkenankan menyaksikan acara tersebut di luar
lokasi utama. Bahkan, pengamanan tidak hanya melibatkan satgas partai
berlambang kepala Garuda ini, tapi juga melibatkan sejumlah pendekar.
Ketua DPP Partai Gerindra
Desmond J Mahesa menegaskan, halalbihalal sengaja mengundang Prabowo agar bisa
bersilaturahmi dengan kader dan masyarakat Banten. “Kami mohon maaf kepada awak media, bukan melarang
meliput acara kami. Ini acara internal partai sehingga pengamanan ketat
dilakukan agar Pak Ketua Umum tidak
diwawancarai media secara langsung,” ungkapnya.
Terkait Pilgub Banten,
Desmond menegaskan, pesan Prabowo cukup jelas. Yakni, Gerindra harus realistis
dan tidak memaksakan kehendak mengusung kader internal. Hal ini mengisyaratkan
bahwa Ketua DPD Partai Gerindra Budi Heryadi bisa saja tidak diusung oleh
Partai Gerindra, “Pak Budi
memang diusung kader untuk maju, tapi Gerindra saat ini masih mengukur respons
masyarakat. Masih cukup banyak waktu untuk Gerindra mengambil keputusan tepat.
Bukan hanya soal usungan cagub atau cawagub, tapi juga soal koalisi. Saat ini belum ada keputusan apa pun termasuk
soal koalisi dengan PKS dan partai lain,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD
Gerindra Banten Budi Heryadi mengatakan, DPD Gerindra Banten sedang menghadapi
Pilgub Banten sehingga tepat bila mendapat arahan langsung dari Prabowo. “Gerindra Banten siap menghadapi Pilgub Banten dan
siap mengusung kader internal,” ungkapnya.

0 komentar:
Post a Comment