![]() |
| Ilustrasi |
SERANG, (KB).- Kasus
kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan Tol Tangerang- Merak meningkat.
Berdasarkan catatan kepolisian dari Patroli Jalan Raya (PJR) Serang Timur
tercatat terjadi 39 kasus kecelakaan pada tanggal 29 Juni sampai 11 Juli
2016.Meningkatnya kasus laka tersebut disebabkan tingginya arus kendaraan pada
momen arus mudik dan arus balik lebaran lalu. Didominasi faktor utama penyebab
kecelakaan dikarenakan pengemudi serta kondisi kendaraan.
Untuk faktor kendaraan,
kurangnya kontrol pada kendaraan, seperti ban serta rem. Sedangkan faktor
pengemudi karena kurang memperhatikan kecepatan dan terlalu memaksakan diri
meski dalam kondisi lelah sehingga kurang konsentrasi saat berkendara.
"Pengguna tol sering
mengabaikan kultur berkendaraan berupa pemahaman berkendara. Terutama, paham
dan sadar bahwa fisik pengemudi ketika melaju harus benar-benar prima. Selain
itu, mematuhi marka dan rambu lalu lintas sepanjang jalan tol yang relatif
lurus," ujar Kepala PJR Induk Serang Timur, Kompol Aditya GF Lubis, Rabu
(13/7/2016).
Aditya mengatakan, kasus
laka lantas di Tol Tangerang-Merak yang dirangkum sejak H-7 hingga H+5 pada
musim libur Lebaran Idulfitri 1437 H/2016 mengalami kenaikan sebesar 30 persen
dibanding libur yang sama pada 2015 lalu. Meski mengalami kenaikan namun
kecelakaan di jalur bebas hambatan ini tidak menimbulkan korban meninggal
dunia.
"Tahun 2015 tercatat
ada 30 kasus lakalantas dengan korban meninggal dunia 1 orang, sedangkan untuk
musim Lebaran Idulfitri tahun 2016 sebanyak 39 kasus kecelakaan," ucapnya.
Aditya menuturkan, selama
masa mudik Lebaran Idulfitri sebanyak 42 pengendara ditilang. Jumlah tersebut
mengalami kenaikan sebesar 82 persen dari tahun 2015 yang hanya 23 surat
tilang. "Untuk penindakan masih didominasi kendaraan bus yang melakukan
aktivitas naik-turunkan penumpang di bahu jalan tol," tuturnya.

0 komentar:
Post a Comment