![]() |
| (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi dan Bupati Iti Octavia Jayabaya |
RANGKASBITUNG – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi meminta Pemkab Lebak untuk
meningkatkan lagi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pertanian kepada
masyarakat Baduy.
“Mereka
(masyarakat Baduy-red) punya hak untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas.
Pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pertanian harus diprioritaskan
untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah,” tegas Yuddy kepada wartawan ketika menggelar
Safari Ramadan di Kabupaten Lebak di Kawasan Wisata Budaya Baduy, di Kampung
Ciboleger, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Rabu (15/6).
Yuddy menyoroti
infrastruktur jalan menuju Kawasan Wisata Budaya Baduy yang masih rusak. Dia
kembali meminta Pemkab Lebak untuk mengalokasikan anggaran pembangunan jalan.
Baduy merupakan desa budaya yang tidak lagi hanya dikenal di Indonesia, tetapi
juga dunia internasional. “Masyarakat
yang berkunjung ke Baduy harus dibuat nyaman. Jangan sampai mereka kecewa dengan
kondisi infrastruktur yang rusak,” kata Yuddy.
Kebersihan lingkungan
Kawasan Wisata Budaya Baduy juga tak luput dari perhatian Yuddy. Sebagai desa
wisata, pemerintah wajib memperhatikan kebersihan lingkungannya. Dia
menyarankan agar Pemkab rutin memberikan pembinaan agar masyarakat aktif
bergotong royong membersihkan lingkungan. “Berikan kesan
yang baik kepada pengunjung. Jika wisatawan banyak yang datang, akan berdampak
positif terhadap perekonomian masyarakat Baduy,” ujarnya.
Menjawab itu, Bupati Iti
Octavia Jayabaya menyatakan bahwa pelayanan publik untuk masyarakat Baduy telah
berjalan baik. Di lingkungan masyarakat adat itu, Pemkab Lebak telah
menyediakan puskesmas, kantor desa, dan sarana pendidikan. “Saya pun menekankan kepada semua camat dan kepala
desa untuk aktif melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Itu sudah
berjalan dengan baik di Lebak,” tandas Iti.
Kades Kanekes Saija tidak
menampik keterangan Bupati. Dia menyampaikan bahwa masyarakat Baduy telah
mendapatkan pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pembinaan di bidang
pertanian. Meskipun, khusus untuk bidang kesehatan, masyarakat Baduy Dalam
harus berjalan kaki sekira 13 kilometer untuk bisa menjangkau puskesmas di
Kampung Ciboleger. Masyarakat Baduy Dalam harus menempuhnya melalui jalan
berbukit.
“Sekarang, di
sini (Baduy-red), sudah ada bidan desa dan tenaga kesehatan yang melayani
masyarakat selama 24 jam,” ungkapnya.

0 komentar:
Post a Comment